Lingkungan HidupNewsTokoh/Stake HolderTPT

YUMANA ; Membangun UMKM Eco-fiber Melaui Ecoprint di Cirebon

BULETIN TEKSTIL.COM/ Jakarta – Pola manusia modern telah membuat pembangunan sangat ekploitatif terhadap sumber daya alam dan lingkungan serta dapat mengancam kehidupan di muka bumi ini, dan pada akhirnya kalau hal itu dilakukan terus  menerus maka mata rantai ekosisten yang sudah hermonis menjadi terganggu. Kegiatan ekonomi yang di dalamnya meliputi produksi, distribusi dan konsumsi menyebabkan emisi gas rumah kaca meningkat, akhirnya menjadikan berkurangnya area hutan serta musnahnya berbagai spesies dan keanekaragaman hayati.

Dikarenakan fenomena yang demikian ini, dimana penyalagunaan pemanfaatan sumber milik bersama timbul karena tidak adanya mekanisme keseimbangan yang timbul secara sendiri dapat membatasi ekploitasi. Maka bila terjadi ekpolitasi secara berlebihan tentu hal itu akan menimbulkan berbagai masalah pencemamaran dan kerusakan lingkungan hidup di tingkat global maupun lokal. Oleh karenanya, dibutukan gagasan yang memang menjadi jalan keluar terhadap situasi yang terjadi sekarang ini yang tetunya dapat merusak keberlangsungan perjalanan alam secara natural.

Maka gagasan ekonomi hijau merupakan jembatan terhadap kemungkian dan kehawatiran yang sudah begitu urgen terhadap situasi yang dialami dunia sekarang ini, dengan ide dan gagasan ekonomi hijau pertumbuhan pembangunan ekonomi, keadilan sosial serta ramah lingkungan dan hemat sumber daya alam menjadi sebuah keharusan.

Isu tentang ekonomi hijau sekarang ini menjadi bagian perbicangan global, green ekonomi (ekonomi hijau) adalah sebuah gagasan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan social masyarakat,  sekaligus mengurangi resiko keruskan lingkungan secara signifikan. Ekonomi hijau juga bisa ditafsirkan yaitu sebuah emisi karbondioksida terhadap lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial.

Ecoprint Bagian Dari Isu Ekonomi Hijau

Tujuan ekonomi hijau adalah meningatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat sekaligus untuk mengurangi resiko kerusakan lingkungan secara signifikan, maka pembangunan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi harus tetap berjalan dengan metode dan tata cara yang baru yang tentunya ramah lingkungan. Sehingga masyarakat akan lebih peduli lagi terhadap pemanfaatan lingkungan yang ramah lingkungan.

Dalam konteks ekonomi kreatif potensi batik dan eco-fiber botanical printing sebagai salah  satu subsector ekonomi kreatif diakui saat ini sangat tinggi dan patut diperhintungkan karena alat yang digunakkan sangat sederhana dan bahan yang dibutuhkan tersedia di alam. Oleh karenanya juga ecoprint memanfaatkan pewarna alami dari tumbuhan yang memanfaatkan dedauanan, batang, akar hingga bunga sebagai zat warna alam dan juga motif beserta pewarna corak pada kain sehingga selain ramah lingkungan juga terbarukan karena limbah dari proses pembuatan ecoprint akan kembali dijadikan pupuk untuk tanaman. Begitupula bahan baku kain yang menggunakan Eco-Fiber yang biodegradable sehingga dampak dari limbah tekstil akan berkurang. Kemudian limbah kain dari proses ecoprint digunakan untuk alat produksi dan juga craft photographer.

Yumana merupakan salah satu UMKM yang memproduksi ecoprint, berlokasi di Kabupaten Cirebon. Dipelopori oleh Riska Pramana Putri, dengan latar belakang dari Kimia Tekstil Politeknik STTT Bandung angkatan 2014, Ia melakukan beberapa riset konsen tentang eco-fiber dan juga printing botanical dari tahun 2017, di tahun 2017 melakukan riset tentang study awal pembuatan nonwoven Spons Celullose yang memanfaatkan limbah dari salah satu perusahaan yang bergerak dibidang eco-Fiber, menjadi sebuah produk Spons cellulose yang ramah lingkungan dan juga biodegradble.  Kemudian di tahun 2021 konsen riset untuk ecoprint, hingga terbentuklah UMKM Yumana dengan PT Bintang Putri Anjaya.

Koleksi Yumana

Keinginan untuk pengembangan ecoprint karena merupakan jenis usaha ekonomi kreatif dan menunjang pengembangan usaha kecil dan menengah maka hal ini menjadi penting dalam mendorong pengembangan usaha dengan memanfaatkan lingkungan sekitar karena belatar belakang bisnis fashion bersifat kreatif, inovatif, ekslusif dan ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan dampak yang besar untuk bumi. Dengan memanfaatkan sumber daya alam di lingkungan sekitar, maka ecoprint sangat renewable dan sustainable, dan tanpa limbah karena hasil dari proses produksi digunakan untuk pupuk tanaman yang akan digunakan kembali pada ecoprint. Berdasarkan hal tersebut ecoprint merupakan produk yang layak dijual dan memiliki harga jual yang tinggi dan paling penting ramah lingkungan dan terbarukan.

Yumana konsen dalam pengembangan ekonomi kreatif menjadi sebuah bisnis yang bisa dikembangkan oleh masyarakat sekitar, dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar seperti sumber daya alam yang masih dapat dipergunakan untuk mediasi bagi produk ecoprint, dengan memanfaatkan lingkungan sekitar dan sumber daya manusia sekitar diharapkan pengembangan mata rantai ekonomi akan tersambung dan saling membutuhkan serta menguntungkan.

Koleksi Yumana

Penguatan pengembangan bisnis fashion yang berlatar belakang tradisi dan kebudayaan nusantara, maka perlunya infrasturur untuk menguatkan bisnis tersebut dengan melakukan beberapa eksperimen corak dan warna, sehingga produk hasil yumana menjadi khas. Kaitan dengan ekperimen corak dan warna memang diperlukan penelitian dari jenis serat, daun dan warna daun sekaligus menepatkan posisi daun yang ditempelkan ke kain sehingga banyak sekali corak yang masih di jadikan sebagai pengembangan riset selanjutnya. Pengembangan riset corak yang akan menjadi produk unggulan yumana.

Berkaitan dengan penguatan infrakstruktur tersebut juga dibutuhkan beberapa hal seperti pembuatan NIB (Nomor Izin Berusaha) sekaligus membikin Perseroan Terbatas (PT) bernama PT. Bintang Pramana Anjaya yang menjadikan bisnis ini mengikuti regulasi untuk pengembangan kedepannya. Hal itu diharapkan karena berbentuk UMKM maka dan tetunya dibutuhkan untuk pengembangan kedepannya seperti kerjasama usaha dan atau dibutuhkan investasi dari lembaga  terkait untuk melakukaan pengembangan usaha.

Pada sisi marketing ada dua hal yang akan dibutuhkan, yaitu dengan melakukan launching dan pameran diinginkan agar kemudian bisa memperkenalkan produk kepada khalayak sekalgus juga yang kedua menggunkan dunia digital seperti menggunakan e-commerce dimana segala kegiatan jual beli atau transaksi yang dilakukan menggunakan sarana media elektronik (internet). Untuk langkah awal Yumana akan mengadakan Launching perdana dan juga workshop bertempat di Kabupaten Cirebon pada bulan Juni. Katalog Produk Yumana bisa di lihat di Instagram Yumana.id dan untuk pemesanan dapat menghubungi team kami pada email Yumana.idcrb@gmail.com atau nomor whatsapp bisnis 081770299566.

(Red B-Teks/Ly – Riska Pramana Putri)

Visits: 50

One thought on “YUMANA ; Membangun UMKM Eco-fiber Melaui Ecoprint di Cirebon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *