Tokoh/Stake HolderTPT

Debut Pharrell Williams Untuk Louis Vuitton Menswear

BULETIN TEKSTIL.COM/ Jakarta – Bagi pecinta musik Hip Hop, nama Pharrell Williams adalah salah satu musisi/produser bertangan dingin yang telah begitu banyak mencetak lagu hits yang mendunia. Namun mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa ia adalah seorang seniman multidisiplin yang sukses dalam mengembangkan bakat seni dan desain nya di berbagai bidang. Pada tanggal 14 Januari 2023 yang lalu, publik terkejut ketika Louis Vuitton mengumumkan bahwa Pharrell Williams diangkat sebagai Menswear Creative Director mereka, menggantikan Virgil Abloh yang telah berpulang pada akhir November 2021 yang lalu (Lihat artikel https://buletintekstil.com/?s=virgil+abloh ) Namun bagi sebagian orang yang telah mengetahui sepak terjangnya di dunia seni dan desain, berita ini tampak tidak terlalu mengejutkan.

Pharrell Williams

Pharrell Williams memang adalah salah satu sahabat lama Virgil Abloh yang telah mengenal sepak terjang dan style Abloh dalam mendesain. Tetapi bukan itu alasan utama mengapa Williams dipilih untuk mengepalai fashion house bergengsi tersebut, melainkan karir Williams sendiri yang cemerlang di dunia fashion dan seni yang dianggap mampu untuk merepresentasikan misi dan semangat Louis Vuitton saat ini. Karir Pharrell Williams di industri fashion dimulai pada tahun 2003 ketika ia dan Nigo, seorang fashion designer, seniman, dan musisi dari Jepang yang sekarang menjadi Creative Director di Kenzo, mendirikan Billionaire Boys Club, sebuah brand pakaian yang fokus pada luxury streetwear. Brand ini berkembang dengan sangat sukses dan hingga kini memiliki beberapa butik di Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok dan Inggris.

Di tahun-tahun berikutnya, Williams menjalin kolaborasi dengan berbagai merk fashion dan aksesoris dunia, di antaranya, seperti ketika pada tahun 2013 ia mendesain kacamata hitam untuk Moncler, lalu pada tahun 2014 berkolaborasi jangka panjang dengan Adidas, kemudian di tahun 2014 juga berkolaborasi dengan Uniqlo untuk mendesain lini t-shirt UT mereka, kemudian di tahun 2017 ia berkolaborasi dengan Chanel dan Adidas untuk mendesain sneakers, sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Chanel sebelumnya. Bekerjasama dengan Louis Vuitton pun sebenernya sudah ia lakukan sebelumnya pada tahun 2004 dan 2008, ketika ia berkolaborasi dengan Marc Jacobs, Creative Director Louis Vuitton saat itu, untuk mendesain kacamata hitam “Millionaire”.

Pada tanggal 20 Juni 2023 kemarin, Louis Vuitton menggelar fashion show Menswear Spring Summer 2024 di Paris. Show ini menampilkan koleksi perdana Pharrell Williams setelah ditunjuk menjadi Menswear Creative Director untuk Louis Vuitton. Tak dapat disangkal, show di hari pertama Paris Menswear Fashion Week ini adalah fashion show yang paling besar dan spektakuler di tahun ini. Lokasi show berada di sepanjang jembatan Pont Neuf, yaitu jembatan tertua dia kota Paris yang dibangun pada abad ke 16, dengan panjang 232 meter dan lebar 22 meter. Show dibuka dengan komposisi lagu “Peace Be Still” yang diciptakan oleh Pharell Williams sendiri, diiringi oleh pianis Lang Lang dan orkestra yang dipimpin oleh Thomas Roussel. Sekitar 74 looks ditampilkan pada show ini, dilengkapi dengan berbagai asesoris seperti tas, sepatu, koper, topi, kacamata, dan sebagainya.

Pada koleksi perdana nya, Pharrell Williams menjadikan matahari sebagai fokus sumber inspirasinya. Pancaran matahari yang memberi energi, menyembuhkan, dan menyatukan manusia yang berasal dari berbagai kebudayaan, memberikan inspirasi untuk koleksinya yang banyak menggunakan warna cerah, hangat dan berkilau, seperti juga catwalk sepanjang  jembatan Pont Neuf yang dibuat bercahaya putih-kuning seperti matahari.

Show perdana Willliams kali ini juga memperkenalkan motif Damouflage, yaitu perpaduan motif catur klasik Louis Vuitton yang dikenal dengan nama Damier, dibuat modern dengan dipadukan dengan motif kamuflase hijau tentara yang dibuat seperti piksel, mengingatkan kita pada game digital masa kini. Logo LV klasik yang dinamakan Marque L. Vuitton Déposée pun disesuaikan dengan tema koleksinya. Pharrell Williams yang berasal dan Virginia, Amerika Serikat, ingin membawa semangat dan inspirasi dari kota tersebut, menghubungkan Paris dan Virginia dengan memadukan slogan kota asalnya “Virginia is for Lovers” dengan logo LV menjadi emblem LV-lovers yang digunakan di beberapa desain jaket nya. Tak ketinggalan ia pun memasukkan beberapa gaya yang identik dengan gaya streetwear Amerika seperti jaket varsity, track suit, serta denim. Gaya identik streetwear ini ia padankan dengan setelan jas dan mantel yang formal dan elegan, untuk menampilkan gaya luxurious streetwear yang memang menjadi andalan Louis Vuitton menswear saat ini.

Sebagai salah satu selebriti dunia, Pharrell Williams pun tidak lupa mengundang teman-teman selebriti kelas dunia nya untuk datang menghadiri fashion show tersebut. Sejumlah sahabat selebriti dari industri hiburan, juga atlet dunia datang untuk mendukung Williams, seperti Rihanna, Beyonce dan Jay-Z, Jared Leto, Lebron James, Zendaya, Kim Kardashian, Lenny Kravitz, Naomi Campbell, dan masih banyak lagi. Di penghujung acara, bahkan Jay-Z tampil bernyanyi dengan Williams untuk menghibur para tamu show.

Debut fashion show dari Pharrell Williams ini jelas menunjukkan bahwa ia ingin melanjutkan arah desain dari Virgil Abloh, sahabat serta pendahulu nya. Bahkan ia mendedikasikan show tersebut untuk sahabatnya, dan menuliskan pesan di show tersebut: Momen ini didedikasikan untuk raksasa sebelum saya. Untuk semangat persaudaraan kita. Dan dimulai lah era baru untuk Louis Vuitton, era Pharrell Williams.

(Red B-Teks/Shinta Djiwatampu)

Fashion Design Program Director

LaSalle College Jakarta

Views: 23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *