News

WARTA DUNIA Edisi 36

BULETIN TEKSTIL.COM/ Jakarta

LAUT MERAH

Krisis Laut Merah mendesak para pengusaha TPT untuk waspada dan siap bergerak gesit. Para pedagang TPT harus memantau tarif pengiriman barang dari waktu kewaktu, mencari Solusi alternatif logistik dan bernegosisasi dengan semua pihak terkait. Musim panas yang berat telah memberi dampak bagi industri fashion untuk memenuhi kebutuhan konsumen mereka dipasar kibat ketidak menentuan transportasi barang dagang mereka.

Diperkirakan bahwa lalu lintas dunia yang melalui Terusan Suez, yang merupakan rute terpendek antara Eropa dan Asia, sekitar 15%. Perusahaan pengangkutan memanfaatkan krisis Laut Merah ini untuk meraup margin keuntungan besar dengan menaikkan tarif pengangkutan.

Meningkatnya biaya-biaya lain juga akan ikut menambah beban bagi pengusaha seperti biaya asuransi, bahan bakar dan beberapa aspek lainnya akan mengharuskan pengusaha untuk berhati-hati mengikuti harga pasar, menyiapkan diri untuk negosiasi dengan buyer serta mencari alternatif lain, namun diingatkan untuk tidak menimbun stock barang yang akan merugikan nantinya.

Peningkatan stock dapat memberikan biaya tambahan bagi Perusahaan dalam kondisi sulit ini, tapi sebaliknya praktek Just in Time yang ketat juga akan tidak praktis yang dapat mengganggu profitabilitas. Biasanya, mengurangi jumlah dan jenis diskon merupakan langkah yang banyak dilakukan pengusaha untuk menurunkan beban biaya.

Menurut Reuter, rata-rata diskon ditingkat retailer pada bulan Januari 2024 menurun menjadi 39% diabnding tahun lalu yang besarannya 41%. Gangguan pengiriman barang dari Asia ke Eropa dan Amerika ini telah menyebabkan para pedagang untuk mengalihakan asal sumber barang yang secara geografis lebih dekat kepasar dengan resiko beda harga pembelian.

Beberapa perusahaan pelayaran mengubah rute kapal pada bulan Desember 2024 yang lalu, menyusul serangan terhadap kapal di Laut Merah dan para pengamat industri mengantisipasi meningkatnya ketidakpastian yang menyebabkan kenaikan biaya dan kemungkinan berdampak pada rantai pasokan TPT.

Untuk mengatasi ketidak pastian dalam lingkup usaha ini ditengah ketegangan geopolitik ini, Dr. Sheng Lu, Profesor di Departemen Studi Mode dan Pakaian Universitas Delaware Amerika, menekankan bahwa perusahaan fashion harus memprioritaskan fleksibilitas dan diversifikasi sumber daya. Setidaknya dalam jangka pendek para importir di Uni Eropa harus mengambil langkah alternatif praktis guna mengatasi gangguan pengiriman barang ini. Selain itu kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah harus membayar asuransi resiko perang yang akan dibebankan ke produsen dan retailer dalam rantai pasok TPT.

Dengan mengambil contoh kasus pada saat pandemi Covid-19 yang menyebabkan gangguan rantai pasok barang dagangan, diharapkan krisis Laut Merah sekarang ini para pengusaha lebih siap untuk menghadapi kesulitan yang muncul. Sebagai contoh, awal Januari ini perusahaan angkutan barang Denmark A.P Moller-Maersk menghentikan dan menangguhkan semua pelayaran melalui Laut Merah akibat gencarnya serangan Houthi terhadap kapal-kapal yang berlayar disana. (Just Style)

SPANYOL

Perusahaan BASF menjalin kerja sama dengan perusahaan pakaian jadi Inditex Spanyol untuk mengembangkan Loopamid suatu bahan baku tekstil dari nylon yang 100%  berasal dari limbah tekstil. Jaket nylon merek Zara yang dibuat dari bahan baku Loopamid BASF Poliamida 6 (PA6) telah tersedia di pasar diseluruh Dunia. Loopamid dinyatakan memiliki kemampuan untuk didaur ulang baik post-industrial waste maupun post-consumer textile waste, termasuk campuran kain seperti PA6 dan Elastane.

Organisasi amal Carita menjalankan program ModaRe untuk mengumpulkan, mengklasifikasi dan menyortir waste tekstil untuk didaur ulang menjadi tekstil kembali. Teknologi di balik loopamid memungkinkan daur ulang tekstil-ke-tekstil, memastikan bahwa serat dan bahan dapat didaur ulang melalui beberapa siklus sambil mempertahankan karakteristik yang identik dengan poliamida murni konvensional.

Jaket nylon Zara dinyatakan menggunakan bahan baku dan bahan asesoris yang 100% waste: Kain, kancing, bahan isian, risleting dan pengait kesemuanya dibuat dari bahan baku Loopamid. BASF menyatakan memiliki potensi untuk merevolusi pasar PA6 menjadi lebih baik, mereka sedang berusaha meningkatkan teknologi yang digunakan untuk memenuhi permintaan pasar dalam skala komersial.

Berhasilnya pembuatan jaket ini dianggap sebagai bukti bahwa daur ulang yang menghasilkan sirkularitas di industri TPT mungkin diwujudkan dan mereka akan mendorong transformasi sustainabilitas di industri TPT.

Beberapa perusahaan asesoris pakaian jadi sudah mulai menggunakan Loopamide dalam pembuatan produk mereka seperti:

  1. Perusahaan Jepang dan Velcro Multinational memproduksi risleting, kancing jepret, pengencang kait dan simpul
  2. Perusahaan Spanyol Uniter, Tessitura Vignetta dan perusahaan JermanFreudenberg dan Gutermann mengembangkan label, bahan pengisi dan benang jahit.

Inditex menekankan pentingnya kolaborasi banyaknya perusahaan-perusahaan terkait untuk mendorong inovasi pemanfaatan waste sebagai bahan baku guna menuju solusi sirkular, masih diperlukan peningkatan kapasitas pengumpulan dan daur ulang post-consumer waste yang terbuang percuma selama ini.

Kerjasama ini sejalan dengan tujuan sirkularitas yang ditargetkan oleh perusahaan- perusahan tersebut, BASF mentargetkan penjualan berlipatganda dari solusi ekonomi sirkular yang pada tahun 2030 sebesar 17 miliar Euro, sedangkan Inditex mnyatakan bahwa produk mereka akan secara ekslusif dibuat dari bahan baku dengan dampak lingkungan yang lebih kecil pada tahun 2030, dengan menggunakan 25% serat baru yang mash dikembangkan sekarang, 40% bahan daur ulang tradisional dan selebihnya mengintegrasikan serat regeneratif dan organik. (Just Style)

TURKI

Pada tahun 2023 industri tekstil Turki menghadapi tantangan berat berupa penurunan pasar produk mereka di Uni Eropa, inflasi Dalam Negeri yang tinggi, meningkatnya biayaproduksi dan nilai tukar. Walaupun terjadi penurunan ekspor dan terpaksa melakukan PHK pada tahun 2023 industri TPT mencoba untuk tetap bertahan. Perusahaan-perusahaan mengirim delegasi dagang kenegara tujuan ekspor mereka untuk menjalankan transformasi dengan melakukan branding guna meningkatkan kembali ekspor produksi tekstil. Sektor otomotiv Turki menempati posisi pertama dengan perolehan devisa ekspor sebesar US$35 miliar, disusul peringkat kedua yang ditempati sektor bahan kimia dengan nilai US$30,5 miliar dan sektor TPT mencapai US$19,2 miliar realisasi ekspornya sebagai penghasil devisa nomor urut tiga. Pasar tujuan ekspor utama yang akan disasar oleh Turki adalah Amerika Serikat, China dan India.

Pengusaha ekspor TPT Turki menganggap bahwa tahun 2023 merupakan waktu yang berat bagi mereka. Pasar Uni Eropa yang merupakan tujuan ekspor TPT mereka mengalami penurunan sebesar 17,6 persen senilai US$1 miliar. Kenaikan biaya produksi sebesar 10 persen yang disebabkan oleh kenaikan biaya yang berbasis mata uang asing dan juga oleh faktor kenaikan mata uang asing yang berada jauh dibawah peningkatan inflasi serta pukulanakibat naiknya upah tenaga kerja yang sangat besar pengaruhnya mengingat industri TPT adalah sektor padat karya.

Walaupun menghadapi kondisi yang sulit ditahun 2023 yang lalu para pengursaha TPTmasih merasa senang bahwa mereka masih tetap dapat mempertahankan keberadaan industri TPT di Turki. Melihat perkembangan pada awal tahun 2024 membuat para pengusaha merasa optimis bahwa akan ada perbaikan ditahun ini, terutama pada semester kedua tahun 2024 mendatang. (Textilegence.com)

INDIA

Menggunakan mesin Brukner buatan Jerman, Perusahaan tekstil di India Mohan Spintex India Limited (MSIL) telah memperluas sektor Dyeing-Finishingnya, pada tahun 2018 pabrik ini memasang satu rangkaian mesin pencelupan kontinyu Power Colortherm yang sistem pemanasannya menggunakan olie dengan lebar mesin 3.200 mm. Mesin ini menggunakan satu bantal pencelup, satu unit Eco-Steam, fasilitas pengering inframerah, mempunyai peralatan pendingin dipintu masuk dan keluarnya.

Mesin kedua yang dipakai oleh MSIL adalah mesin Stenter Power Frame yang berpemanas olie sebanyak 8 ruang, mempunyai rantai pengangkut horizontal, mesin ini mempunyai kapasitas pengeringan yang besar. Distribusi volume dan suhu udara yang sangat homogen dianggap akan menguntungkan konsumen yang menggunakan mesin ini.

Komponen mesin yang mudah dalam perawatan, rantai pengangkutan yang hampir bebas pelumasan, mudah dalam proses reproduksi kain dan otomatisasi dalam hal resep akan sangat membantu dalam penghematan biaya produksi. Pihak MSIL menyatakan rasa puasnya dalam penggunaan mesin Brukner yang menggunakan teknolog tinggi serta metalurgi berkualitas tinggi pada mesin mereka. Mesin dengan produktivitas tinggi dan menghasilkan tingkat kualitas produk yang konsisten dan pelayanan purna jual yang terjaga serta ketersediaan suku cadang yang baik.

Produk yang dihasilkan MSIL terdiri atas kain kapas, kain P/C, viscose, linen, dan lyocell. Jenis kain tenunnya terdiri atas: percale, satin, twill, damask stripe, pin stripe , dobby dan jacquard. MSIL juga menawarkan bagi konsumennya berbagai jenis bahan baku kapas yang digunakan seperti: kapas BCI, kapas organic, kapas Mesir dan Kapas Supima.

Hasil produksi kain MSIL dijual kepada beberapa perusahaan garmen terkenal di India seperti: Welspun, Himatsingka, Indocount dan Mafatlal. Disamping itu MSIL mengekspor kain hasil produksi ke pasar tekstil Dunia yang antara lain Amerika Serikat, Uni Eropa dan China.

Mohan Spintex yang didirikan pada tahun 2005 ini memiliki sertifikasi ISO dan proses produksi berkelanjutan seperti: GOTS, Okotex, Egyptian Cotton, WRAP, Sedex dan lain-lain. Omset Perusahaan mencapai US$ 134 juta. (www.textilegence)

JERMAN

Pameran DOMOTEX yang diselenggarakan pada bulan Januari yang lalu mengusung topik: sirkularitas, keberlanjutan dan kelestarian lingkungan hidup. Krisis iklim yang membawa dampak bagi kehidupan umat manusia harus menyadarkan kita bahwa Keberlanjutan merupakan bagian integral yang mesti kita terapkan dalam segala aspek kehidupan. Penyelenggara menetapkan Tema Utama acara FLOORED BY NATURE dengan penekanan diarea khusus yang disebut sebagai THE GREEN COLLECTION.

The Green Collection yang menyajikan presentasi yang menarik berupa produk-produk inovatif, proyek penelitian terkini dan program konferensi yang inspiratif diharapkan akan menarik minat para pengunjung.

Juri internasional akan memeriksa design yang dikirim oleh para peserta, melakukan pra-kualifikasi dan memastikan bahwa deign tersebut akan diikut sertkan dalam pameran Domotex ini. Para juri ini terdiri atas penerbit majalah Floor Focus, Kemp Harr dan Managing Director organisasi non-profit Label STP Reto Ascwanden dengan Ketua JuriDirektur TFI Aachen Dr. Jacqueline Lemm.

Aspek penilaian yang berfokus pada Keberlanjutan atas produk dan proses produksinya terdiri atas:

  1. Produk Ramah Lingkungan: diproduksi secara organic, mengetengahkan faktor etis dan dapat didaur ulang
  2. Produk Sehat: fokus pada produk karpet serta penutup lantai yang rendah emisi
  3. Berkelanjutan: fokus pada proses produksi alternatif, hemat energi dan menekankan proses produksi yang sustainability
  4. Aspek Tanggung jawab Sosial: diarahkan pada tanggungjawab Perusahaan bagi pekerja yang terlibat dalam kegiatan produksi.

(Red B-Teks/Indra I)

Views: 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *