NewsStandart ProdukTPT

HIMATTEKS Politeknik -STTT Bandung Gelar Seminar Pendidikan ” Advance Textile Fabric For Car Seat Application”

BULETIN TEKSTIL.COM/Bandung – Himpunan Mahasiswa Teknik Tekstil (HIMATTEKS) gelar seminar pendidikan dengan tema “Advance Textile; Fabric for Car Seat Application”. dimana seminar tersebut diselenggarakan di gedung Magister Politeknik STTT Bandung (3 Juni 2023).

Muhammad Rofi Romadhoni (Teknik Tekstil 2021) sebagai Inspektorat Jenderal Himatteks dan Anisah Fairuz Arwa (Teknik Tekstil 2021) sebagai Sekretaris Jenderal Himatteks yang ditemui di acara tersebut mengatakan acara tersebut tujuannya guna menambah wawasan tentang penggunaan tekstil non-sandang khususnya kain jok untuk kendaraan seperti mobil, kereta api dan pesawat terbang.

Peserta yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa Politeknik STTT-Bandung dari berbagai angkatan dan jurusan tetapi juga diikuti perguruan tinggi lain yaitu STT Wastukencana-Purwakarta dan beberapa alumni yang sudah aktif bekerja di beberapa perusahaan tekstil nasional.

Rudiansyah (yang akrab disapa Kang Ula) menjadi pemateri dalam seminar tersebut juga merupakan alumni jurusan Teknik Tekstil angkatan 2000 dan saat ini sebagai salah seorang mahasiswa tingkat akhir program Magister Politeknik STTT-Bandung dari jurusan Rekayasa Tekstil dan Apparel. Kang Ula juga saat ini aktif bekerja di PT. Asia Pacific Fibers Tbk (APF) sebagai Domestic Marketing Manager divisi filament yarn.

Dalam pemaparanya Rudiansyah menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari tekstil berdasarkan pada aplikasinya dapat digolongkan menjadi 4 kategori, yaitu Sandang, Non-sandang, Medis dan Industri.

Leather / Kulit : Adalah kain jok dengan bahan atau material yang berasal dari kulit hewan, biasanya kulit sapi atau domba. Material ini memiliki bau yang khas dan kenyamanan yang paling tinggi, mempunyai kesan mewah dan elegan sehingga kain jok jenis ini harganya sangat mahal dan hanya digunakan pada mobil mewah.

Synthetic Leather /PVC : Disebut sebagai PVC polyvinil Clorida adalah jenis kain yang dibuat dengan tampilan dan karakteristik menyerupai kulit dengan berbagai motif tekstur yang dapat disesuaikan. Shynthetic Leather biasa digunakan bukan hanya untuk car seat tapi juga motor, sofa, tas, bola, partisi dll.

Fabrics / Kain : Adalah jenis material yang paling banyak digunakan sebagai kain pelapis jok mobil/car seat. Material utamanya adalah benang polyester dengan fabris type weaving, knitting dan juga non woven.

Mengenai Tipe,  Kain Dalam dunia industri tekstil, penyebutan tipe kain didasarkan pada jenis mesin yang digunakan untuk pembuatan kain greige terbagi :

Woven/Tenun : adalah teknik proses pembuatan kain dengan cara menyilang-nyilangkan benang kearah vertical/lusi dan kearah horizontal/pakan berdasarkan anyaman tertentu. Berdasarkan perkembangan teknologi pembuatan desain struktur, terdiri dari: Dobby Jacquard

Knitting / Perajutan : adalah teknik proses pembuatan kain dengan cara melengkung-lengkungkan benang kearah vertical/wale dan kearah horizontal/course membentuk jeratan yang saling menjerat. Berdasarkan arah jeratan di klasifikasikan menjadi:
• Warp Knitting / Rajut Lusi Jenis mesin: Tricot dan Raschel
• Weft Knitting / Rajut Pakan Jenis mesin: Flat Knit, Single knit, Double Knit, Interloc

Nonwoven : adalah teknik proses pembuatan kain yang tidak di tenun dan tidak dirajut, melainkan dengan metoda penusukan jarum yang berbentuk khusus pada tumpukan serat sehingga satu sama lain saling menjerat, mesin yang digunakan di sebut needle punch.

Preparation Process WARPING FOR WOVEN

Dalam proses pertenunan di kenal 2 istilah benang dengan fungsi yang berbeda yaitu Lusi/Warp dan Pakan /Weft.
Sebelum melakukan proses pertenunan, pada proses pertenunan diperlukan proses mehane/warping khusus untuk benang lusi/warp.
adalah proses penggabungan sejumlah benang lusi dari bentuk bobbin menjadi bentuk beam.
Terdiri dari :
1. Secsional warping
2. Direct warping

Greige Process / Fabric Making

Jacquard Flat Woven

digunakan untuk membuat kain dengan motif yang rumit dan variatif. Sistem pengangkatan menggunakan hook melalui tali harnaess sebagai pengikat gun. Jumlah hook 1200, 2400 dan maximal yang saat ini digunakan di industry adalah 4800 hook.

Dobby Flat Woven

digunakan untuk desain dengan motif sederhana. Maximal 16 Kamran.

Weaving MocqueteDobby and Jacquard

   

Digunakan untuk membuat kain dengan dengan bulu tebal dan gramasi yang cukup berat. Dikenal dengan kain velvet. dan masih banyak lagi mesin yang digunakan, seperti :

  • WARPING / TRICOT Karena disebut sebagai warp knit/rajut lusi jenis kain ini memerlukan persiapan warping sebelum melakukan proses pembuatan kain greige.
  • WEFT KNITTING / CIRCULAR KNITTING Sesuai dengan Namanya weft knitting, pada mesin ini benang dari supplier dapat langsung digunakan untuk proses pembuatan kain greige tanpa ada proses preparation. Benang langsung di pasang pada creel yang berada di sebelah kanan dan kiri mesin. Beberapa jenis /Type dari kain ini :
    1. Single knit
    2. Double knit
    3. Interlock
    4. Singker Pile
    5. Jacquard

Proses selanjutnya adalah  Inspectin dimana proses ini adalah proses pengecekan baik secara kualitas dan kuantitas pada kain greige dan finish.
1. Pengecekan kualitas ; menentukan jumlah point cacat dan jenis cacat pada kain, sehingga dapat diketahui grade. Dalam industri aktivitas ini termasuk ke dalam departemen Quality Control.
2. Pengecekan Kuantitas; pada saat melakukan pengecekan kualitas, pada setiap mesin biasa dilengkapi dengan meteran/ fabric count, sehingga secara otomatis panjang kain akan diketahui, hal ini sekaligus digunakan untuk mengetahui jumlah kain in proces. sebagai control terhadap kinerja departemen produksi greige dan untuk memberikan.

Jadi inspecting mempunyai fungsi kontrol yang dapat digunakan untuk; Kinerja departemen produksi greige dalam hal kualitas dan kuantitas,  Memberikan informasi tentang kondisi kain kepada departemen Dyeing, processing dan finishing. Memberikan informasi kepada departemen PPC untuk mengetahui capaian target, persiapan kapasitas dan leadtime serta kebutuhan chemicals pada proses selanjutnya.

Dyeing, Processing, and Finishing Process adalah proses pemberian warna secara merata baik pada benang ataupun pada kain.
1. Pencelupan benang : Yarn dyied
2. Pencelupan kain : Piece dyied
Untuk serat polyester zat warna yang digunakan adalah disperse, proses pencelupan antara 130- 135oC.

Processing, mesin yang digunakan dalam proses ini diantaranya:

Mesin Raising / Napping mesin yang berfungsi membuat efect bulu pada kain karena adanya Gerakan mekanis roll yang dililit wire/jarum khusus. Ada 2 bagian utama dan 2 gerakan mekanis;


1. Pile Roll (PR) adalah rol yang berputar berlawanan dengan arah gerakan kain sehingga menumbuhkan bulu pada kain.
2. Conter Pile Roll (CPR) adalah rol yang arah putaranya searah Gerakan kain yang berfungsi merapikan bulu yang dihasilkan Gerakan PR. Posisi kedua rol ini selang-seling berhadapan dengan jumlah yang sama

Mesin Sharing Adalah mesin yang berfungsi meratakan tinggi bulu yang dihasilkan pada proses Raising/Napping. Gerakan mekanis berupa putaran pisau berbentuk rol dengan desain khusus.

Mesin SUEDING Adalah mesin yang berfungsi membuat efect bulu pada kain karena adanya gerakan mekanis roll yang dililit amplas khusus.

Mesin STENTER Adalah mesin yang mempunyai beberapa fungsi;
1. Pre setting, Intermediete setting dan final setting.
2. Padding curring/resin finish /Dipping.
3. Back coating.

Mesin Laminating / Tempel busa Adalah mesin yang digunakan untuk menempelkan busa pada bagian belakang car seat / kain jok sebelum di kirim ke seat maker.

Fabrics Application

(Red B-Teks/Ly – Rudiansyah_Ula)

Magister Politeknik STTT-Bandung
Rekayasa Tekstil dan Apparel

Views: 274

One thought on “HIMATTEKS Politeknik -STTT Bandung Gelar Seminar Pendidikan ” Advance Textile Fabric For Car Seat Application”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *