InternasionalTPT

WARTA DUNIA Edisi 28

BULETIN TEKSTIL.COM/ Jakarta

DUNIA

Pangsa pasar pakaian olahraga Dunia diperkirakan mencapai nominal US$17.0 miliar pada tahun 2022 dan akan mencapai CAGR lebih dari 6% antara tahun 2022-2027. Pasar pakaian olahraga luar ruangan mengalami peningkatan pesat setelah pandemi karena dorongan kebiasaan hidup sehat yang menaikkan tren konsumen membeli pakaian olahraga dan streetwear diseluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang.

Meningkatnya kegiatan luar ruangan masyarakat yang mendorong tren mode pakaian olahraga ini menciptakan lingkungan yang sempurna bagi merek-merek pakaian terkenal untuk memperluas pasar atau memunculkan konsep-konsep baru. Perhatian mereka ditujukan terutama bagi konsumen pemula, para pendatang baru yang belum mempunyai kesetiaan terhadap mode dan merek tertentu. Contohnya, lini outdoor ACG Nike telah mengalami lonjakan popularitas arena meningkatnya pembelian streetwear. Produk yang bersifat multifungsi memberi keleluasaan konsumen untuk menggunakannya dalam berbagai kegiatan, baik untuk kegiatan olahraga ataupun pada pakaian kasual sehari-hari.

Selain penggunaan bahan teknis seperti GORE-TEX dan Dri-Fit Nike, mereka juga mendapat manfaat dari sistem pemasaran yang cerdik melalui promosi di media sosial, yang cocok bagi konsumen kalangan muda.

Jenis pakaian utama di pasar pakaian olahraga luar ruangan antara lain: baju olahraga, alas kaki olahraga dan aksesori olahraga lainnya. Yang juga diperkiraan akan  menjadi trend adalah pakaian seperti mantel dan jaket puffer untuk penggunaan streetwear yang dibeli konsumen karena gaya dan fungsinya.

Pasar utama untuk pakaian olahraga adalah: Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Amerika terbesar dalam tahun 2022. Diperkirakan pada rentang waktu 5 tahun kedepan pasar Eropa dan Amerika Serikat akan menurun tetapi sebaliknya kawasan Asia Pasifik akan meningkat volume penjualannya.

Beberapa merek terkemuka dalam pasar pakaian olahraga luar  ruangan ini antara lain: Columbia, The North Face, Timberland, SALOMON, Patagonia, Helly Hansen, Napapijri, Descente, Kathmandu dan Peak Performance. Pada tahu 2022, Columbia merajai dalam pasar pakain jenis ini.

Sorotan utama dalam pakaian olahraga luar ruangan:

  1. Pakaian jenis ini diprediksi akan meningkat pada tahun 2023 ini, diikuti pertumbuhan konsisten dan stabil sampai periode tahun 2027.
  2. Pasar yang akan meningkat dengan pesat pada periode 2022 – 2027 adalah kawasan Asia Pasifik
  3. Dua tren yang mendorong naiknya pasar pakaian olah raga luar ruangan ini yaitu tumbuhnya minat masyarakat untuk berolah raga dan munculnya kebiasaan baru masyarakat menggunakan pakaian streetwear. (GlobalData)

PERANCIS

Dekrit Prancis 2022-748 tentang Anti Waste for a Circular Economy Law (AGEC) mulai berlaku pada bulan Januari 2023, merupakan kebijakan model ekologi baru pemerintah yang mengatur spesifikasi circular product untuk tekstil,  garment dan sepatu. Suatu pandangan yang mengarahkan peralihan dari pola konsumen yang berkebiasaan membeli pakaian secara boros dan kemudian membuang pakaian bekas tersebut secara tidak bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkannya.

Pola barunya nanti menyangkut bagaimana konsumen menuju ke model proses sirkular yang berkelanjutan, mencakup: membeli pakaian, mengembalikan pakaian bekasnya ke toko, penjualan kembali pakaian bekas, perbaikan atas pakaian tersebut dan adanya proses daur ulang pakaian bekas. Kesemuanya itu diharapkan dapat mendukung target pengurangan carbon foot print yang  ambisius dari pemerintah Perancis.

Ketentuan diatas diharapkan akan segera diundangkan dalam skala Uni Eropa, dengan demikian pengendalian atas nilai rantai pasok industri pakaian jadi dapat dilakukan sebagaimana mestinya. Muncul pertanyaan dari segenap stake holder, apa yang akan terjadi dalam industri TPT dimasa mendatang, bagaimana kesiapan para  produsen dan brand internasional untuk berkontribusi dalam pengurangan limbah pakaian bekas dan pengurangan carbon foot print dalam proses produksi pakaian serta bagaimana melakukan edukasi dan sosialisai konsumen agar memperhatian sustainabilitas dalam proses belanja pakaian.

Dengan pengesahan UU tersebut maka konsumen pakaian jadi akan mendapat akses informasi tentang barang yang akan mereka beli: bagaimana pakaian diproduksi, apa saja bahan yang dipakai dalam proses produksinya, kemudahan dalam proses daur ulang pakaian tersebut. Brand internasional dan para retailer pakaian jadi yang menjual barang mereka dipasar harus mematuhi protokol pelabelan lingkungan hidup yang memuat informasi tentang: kualitas dan karakteristik ramah lingkungan suatu produk, daur ulang produk, ketertelusuran dan keberadaan mikro plastik yang dikandung suatu produk.

The EU Strategy for Sustainability and Circular Textile menetapkan bahwa visi dan tindakan nyata bahwa pada tahun 2030 semua produk tekstil yang akan masuk pasaran Uni Eropa harus: tahan lama dalam pemakaiannya, terbuat dari serat yang bisa didaur ulang, bebas dari zat berbahaya, diproduksi dengan mematuhi ketentuan terkait hak-hak sosial dan lingkungan hidup.

Circular Production harus diterapkan untuk mengatasi perubahan iklim Dunia. Forum Ekonomi Dunia mengungkapkan bahwa industri pakaian jadi merupakan pencemar terbesar ketiga di dunia. Industri ini melepaskan emisi gas rumah kaca sebesar 10% setiap tahunnya, membuang limbah dalam proses produksi dengan  jumlah besar. (Just Style)

SWISS

World Trade Organization (WTO) mengeluarkan perkiraan pertumbuhan PDB Global pada tanggal 5 April 2023 sebesar 2,4% pada tahun 2023. Proyeksi pertumbuhan ini berada dibawah rata-rata selama 12 tahun terakhir  sebesar 2,6%. Pertumbuhan ini menurun dikarenakan tekanan masalah yang antara lain : dampak perang Ukraina-Rusia, tingginya inflasi, kebijakan moneter yang ketat, ketidak pastian pasar uang Dunia, menurunnya volume perdagangan Dunia.

Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo Iweala menyatakan bahwa Perdagangan menjadi penopang ketahanan ekonomi global, makanya penting bagi pemerintah untuk menghindari fragmentasi perdagangan serta menahan untuk tidak melakukan kebijakan yang menghambat perdagangan

Pertumbuhan pada tahun 2022 yang sebesar 2,7% berada dibawah perkiraan WTO yang besarnya diharapkan mencapai 3,5%, hal ini disebabkan oeh beberapa faktor seperti: kenaikan harga komoditi global, kebijakan moneter ketat, inflasi, pandemi covid-19  yang menggangu tingkat produksi dan perdagangan China.

Ekonom WTO Ralph Ossa menyatakan bahwa sisa pengaruh covid-19 dan ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang mempengarui perdagangan Dunia tahun 2022 dan juga masih akan terjadi pada tahun 2023. Kenaikan suku bunga di negara-negara maju memperlihatkan lemahnya sistem perbankan, dan bila hal ini tidak segera diatasi akan menimbulkan ketidakstabilan keuangan yang lebih luas, pemerintah perlu mewaspadai hal ini.

Pertumbuhan perdagangan pada tahun 2024 diperkirakan akan mencapai angka 3,2% yang antara lain didorong oleh kenaikan PDB global sebesar 2,6% tetapi perkiraan ini bisa menjadi tidak pasti bila terjadi pengaruh besar atas adanya resiko substantial seperti: ketegangan geopolitik, gangguan suplai bahan pangan dan akibat tak terduga dari efek pengetatan moneter.

CHINA

 China meluncurkan : “Reborn-China Fiber Zeri Carbon Action 2023” suatu platform kredibel tekstil berkelanjutan, di Pusat Pameran dan Konvensi Nasional Shanghai. Aktifitas ini akan diawasi pelaksanaannya oleh Departemen Industri Barang Konsumen Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasidan Administrasi Pengawasan Pasar Suzhou. Yang akan menjalankan kegiatan ini adalah Asosiasi Serat Kimia China dan Pusat Inovasi Serat Fungsional Tingkat Lanjut Nasional.

China merupakan produsen dan konsumen serat kimia terbesar di dunia, dengan produksinya sebesar 64,88 juta ton pada tahun 2022, jumlah ini mengambil porsi 85% produksi serat di negara itu dan dan mencakup 70% output serat sintetik dunia. Pemerintah China menyatakan bahwa mereka sedang membuat sistem sertifikasi standar serat daur ulang untuk mendukung terciptanya Platform Kredibel Tekstil Berkelanjutan.

Untuk membangun platform sertifikasi guna mempromosi pengembangan industri rendah carbon, ramah lingkungan dan sirkular industri, pemerintah memperkuat koordinasi dan promosi serta mendukung asosiasi industri, brand terkenal dan para produsen untuk bersama-sama menjalankan platform tersebut.

Wakil Presiden Dewan Tekstil dan Pakaian Jadi Nasional China menyatakan bahwa pembangunan green textile industry terdepan di dunia. Dia menunjukkan beberapa kelebihan industri ini antara lain: rendahnya konsumsi bahan baku dan energi untuk memproduksi, output serat daur ulang tertinggi dan kualitas terbaik dalam daur ulang tekstil.

Dewan menyerukan penguatan promosi green textile industry dan mempercepat pembangunan platform ini untuk menjamin kepercayaan konsumen dalam membeli produk yang ramah lingkungan. Direkomendasikan juga pembentukan sistem daur ulang limbah tekstil terpadu untuk mencapai titik zero waste guna mengatasi polusi. Dilaporkan sudah 26 perusahaan yang menjalankan kebijakan ini. (Just Style)

AFRIKA

Industri Tekstil  Afrika beragam, tetapi yang dominan adalah sektor serat kapas mereka. Serat kapas dipasarkan dengan label Cotton made by Africa, sekitar 450 ribu orang bekerja dibisnis serat kapas ini. Terdapat juga serat rami di Afrika Selatan  yang diproses menjadi technical textile untuk keperluan aeronautika.

Beberapa negara Afrika seperti Etiopia sudah mulai membangun pabrik tekstil yang memberi kesempatan kerja bagi rakyatnya dengan menampung relokasi industri tekstil dari negara-negara yang sudah tinggi biaya buruhnya seperti negara China. Brand internasional seperti H&M menempatkan sumber pakaian jadi mereka di Afrika karena biaya buruh yang lebih rendah ini.

Pasar tekstil dan pakaian jadi Afrika tersegmentasi atas jenis poduk seperti: Pakaian, Technical Tekstil, dan tekstil untuk keperluan rumah tangga. Juga dibagi menjadi jenis bahan baku yang dipakai seperti: kapas, rami, sutera, wool dan serat sintetis.

Kerjasama negara-negara Afrika dalam kerangka AGOA yang diundangkan pada bulan Mei 2000 telah meningkatkan kekuatan ekonomi negara-negara Afrika, memberikan hasil nyata berupa pertumbuhan ekonomi bagi beberapa negara yang antara lain: Kenya, Malawi, Lesotho, Guinea Katulistiwa, Gabon, Zimbabwe dan Gambia.

Melalui AGOA, Amerika Serikat membuka pasarnya untuk barang yang diproduksi di Afrika, tekstil mengambil porsi terbesar. Memberikan akses bebas bea bagi eksporti pakaian Sub Sahara, sehingga jenis pakaian seperti: pakaian bayi, benang pintal kapas dan wool memungkinkan Amerika Serikat mendapatkan barang yang lebih murah dibandingkan dengan barang-barang yang berasl dari Asia dan Eropa.

Peraturan yang dinegosiasikan dalam kerangka WTO ini mulai berlaku sejak tahun 2005 ini yang akan berlaku selama 30 tahun kedepan setelah berakhirnya rezim kuota tekstil telah membuka pasar yang bagus untuk produk tekstil negara-negara Afrika. Pasar tekstil dan garmen Afrika meningkat secara global dan mulai mendapat pengakuan dari konsumen di pasar Dunia, dengan design yang modis dan ikonik telah mendorong banyak brand internasional mengintegrasikan barang-barang tekstil Afrika dalam koleksi terbaru mereka dipasar TPT Dunia.

Banyak pengusaha TPT China yang melakukan relokasi industri mereka ke Ethiopia, selama dua puluh tahun ini China menjadi negara yang banyak menggelontor uang untuk investasi di sektor manufaktur Ethiopia yang masih muda tapi terlihat berkembang dengan pesat. Pada tahun 2018 Kamar Dagang Tekstil China (CCCT) telah membuat perjanjian kerjasama untuk industri dan kemitraan investasi dengan Asosiasi Industri Tekstil dan pejabat pemerintah  Ethiopia.

Delegasi China terkesan dengan kemajuan Ethiopia dalam membangun infrastruktur seperti: jalan raya, kereta api dan listrik. Peningkatan dalam produktivitas tenaga kerja dan penurunan biaya logistik telah membuat Ethiopia menjadi menarik untuk tujuan investasi. Ketegangan dagang China dengan Amerika Serikat juga telah mendorong minat perusahaan-perusahaan China untuk berivestasi di Ethiopia.

Beberapa perusahaan terkemuka di Afrika antara lain:

  1. CIEL Textile Ltd.
  2. Almeda Textile Factory Plc
  3. Edcon
  4. Truworths
  5. Gelvernor Textiles

Tahun 2021 Truworths meluncurkan produk fashion Primark, rencananya mereka akan membuka 15 toko Primark selama masa uji coba yang akan menambah outlet Truworths yang sebelumnya sudah memiliki: Identity, YDE, Uzzi dan Earthchild yang membidik konsumen berpenghasilan rendah. (Mordorintelligence)

(Red B-Teks/Indra I)

Views: 18

One thought on “WARTA DUNIA Edisi 28

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *