WARTA DUNIA EDISI 23

BULETIN TEKSTIL.COM/ Jakarta

EROPA

Industri pakaian jadi menghadapi kesulitan berat berupa infalsi dan resesi yang diperkirakan akan meningkat tinggi, percepatan perubahan iklim dunia dan kesadaran lingkungan hidup para konsumen. Salah satu yang harus diperhatikan oleh industri pakaian jadi untuk menghadapinya adalah sustainability, dinyatakan bahwa mereka yang melakukan inovasi untuk meminimalkan dampak lingkungan akan berkembang.

Terkait sustainability pendekatan sederhana yang dapat diambil adalah identifikasi sektor yang paling membebani lingkungan yaitu: ekstraksi material, kegiatan produksi, transportasi dan penanganan limbah akhir pakaian bekas. Yang popular sekarang ini aalah daur ulang botol PET bekas, sebenarnya fokus utama yang harus dilakukan gas adalah daur ulang pakaian bekas atau yang dikenal sebagai garment to garment waste.

Pakaian bekas ini mempunyai potensi “menguburkan bumi” dengan volumenya yang besar dan bila tidak didaur ulang akan berpotensi merusak lingkungan, pembakaran akan membuat polusi udara sedangkan pembuangan di tempat sampah memerlukan waktu ratusan tahun untuk terurai sempurna, dan pada saat penguraiannya pakaian bekas ini akan menyumbang gas rumah kaca ke atmosfer.

Ditawarkan saran bagi entitas industri pakaian jadi dan retailer sebagai berikut:

  1. Beralih ke serat daur ulang terutama dengan basis natural seperti kapas,
  2. Menggunakan waste pakaian bekas atau menggalakkan upcycle textile
  3. Gunakan serat hasil inovasi bahan nabati seperti serat jagung, kulit apel atau kaktus
  4. Gunakan serat alam nabati yang mengkonsumsi air jauh lebih hemat dalam pertumbuhannya
  5. Menggunakan bahan baku yang bersertifikat seperti Better Cotton Initiative dan Responsible down & Wool standard
  6. Menanam modal dalam pertanian regenerative
  7. Produksi dan transportasi yang rendah jejak karbon

Yang diharapkan dari pelaku bisnis pakaian jadi adalah:

  1. Mengindari produk yang mengikuti trend fast fashion yang mendorong pemborosan
  2. Design produksi memperhitungkan keseluruhan siklus pakai dengan memasukkan daya tahan pakaian dan kemudahan daur ulang
  3. Promosi dan sosialisasi cara perawatan pakaian, cara meningkatkan masa pakai dan pencucian yang ramah lingkungan
  4. Promosikan closed loop industry dengan mengenalkan daur ulang pakaian seperti kemitraan dengan badan amal untuk penarikan kembali pakaian bekas untuk didaur ulang. (Just Style)

TURKI

Turki dalam statistik perdagangan pakaian jadi Dunia masuk sebagai pemasok terbesar ke 6 Dunia dan sebagai nomor urut 3 dalam ekspor pakaian jadi ke Uni Eropa. Asosiasi Eksportir Pakaian Stanbul Turkiye mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang memungkinkan hal tersebut adalah eratnya hubungan mereka dengan Uni Eropa yang sudah dibina selama ini, mereka juga menerapkan prioritas dan prinsip yang diterapkan oleh rantai nilai global.

Realisasi ekspor tekstil dan  pakaian jadi Turki pada tahun 2021 mencapai US$31,2 miliar. Pekerja yang diserap industri ini sebesar 1,2 juta orang pekerja pabrik, mereka bekerja dilingkungan pabrik yang modern dan terjaga keamanan kerjanya. Secara keseluruhan dengan sektor terkait, industri TPT Turki menampung lebih dari 2 juta pekerja yang bila ditambah dengan keluarga mereka maka sekitar 12,5 juta orang menggantungkan kehidupannya di industri tekstil dan pakaian jadi Turki.

Terdapat banyak imigran yang masuk ke Turki, antara lain dari Suriah yang sedang mengalami perang dinegaranya. Ada isu yang menyatakan bahwa Turki menggunakan tenaga imigran ini dalam industri pakaian jadi mereka dengan tidak memenuhi social clause yang mengatur tentang kesejahteraan dan keselamatan para pekerja.

Asosiasi Eksportir Pakaian Istanbul menyatakan bahwa mereka mengekspor hampr 70% hasil produksinya ke Eropa dengan menggunakan  audit regular dari brand internasional Eropa dengan menerapkan ketentuan-ketentuan yang berlaku di Eropa bagi para pemasok pakaian jadi ke negara-negara  tersebut. Ditegaskan bahwa Turki tidak mengeksploitasi pekerja imigran dan pekerja anak dalam industri mereka.

Keunggulan utama industri pakaian jadi Turki adalah mereka dapat memproduksi pakaian jadi berkualitas tinggi sesuai standar pasar Uni Eropa. Dalam proses produksi pabrik-pabrik di Turki mempekerjakan tenaga muda yang dinamis dan terdidik, selain itu mereka menerapkan regulasi yang mengadopsi standar peraturan Uni Eropa dalam hal kondisi kerja, hak asasi manusia dan standar lingkungan hidup. Selain itu, kedekatan jarak dari Turki ke negara-negara Uni Eropa juga merupakan nilai tambah bagi Turki. (Just Style)

TAIWAN

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Taiwan dianggap masih mempunyai potensi untuk ditingkatkan. Guna pengembangan ini industri TPT Taiwan diarahkan untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Menciptakan keragaman produk TPT yang mempunyai nilai tinggi

Taiwan sudah berhasil melakukan diferesiasi produk TPT mereka dengan tingkat kualitas baik dan mempunyai nilai tambah tinggi, hal ini telah menempatkan industri TPT Taiwan pada posisi terhormat dalam perdagangan TPT Dunia.

Telah melewati posisi industri TPT negara-negara Asia lainnya, industri TPT Taiwan berlomba dengan hasil produksi industri TPT negara-negara terkemuka seperti Eropa, Amerika Serikat dan Jepang.

Pengembangan lanjutnya industri TPT Taiwan diarahkan untuk produksi barang-barang tekstil yang memiliki value added tinggi dan produk yang beragam sesuai kebutuhan konsumen Dunia , dengan menggunakan material unik melalui rekayasa teknologi dan mengikuti trend fashion untuk menghasilkan functional textile dan garment.

  1. Membangun supply chain untuk produk ramah lingkungan

Negara-negara di Dunia dipaksa untuk memperhatikan dan mengambil Langkah untuk mengatasi masalah pemanasan global yang memperburuk ecosystem bumi. Kesadaran warga Dunia atas kelestarian lingkungan membuat mereka menuntut produk TPT eco-friendly yang masuk kepasar.

Produsen tekstil Taiwan sudah mulai meningkatkan  investasi untuk memproduksi barang tekstil seperti: daur ulang nylon, daur ulang botol plastic,  bio-based eco textile, bahan baku tekstil  dari biota laut dan proses produksi yang hemat air.

Untuk memperkuat rantai pasok mereka di distribusi perdagangan tekstil Dunia Taiwan harus memperkuat kemampuan teknologi sesuai trend pasar ini sambil mematuhi regulasi terkait kelestarian lingkungan hidup.

  1. Menciptakan tekstil Function yang mengikuti trend Fashion

Warga Dunia semakin sadar akan hidup sehat , karenanya  tuntutan akan pakaian olahraga dan pakaian untuk menghadapi cuaca ekstrim semakin meningkat dan ini akan membuka pasar bagi functional textile, pada saat yang sama kesadaran akan trend fashion semakin meningkat. Preferensi konsumen diarahkan pada gaya hidup yang mengkombinasikan: olahraga, kerja dan kualitas kehidupan. Hasilnya adalah meningkatnya kebutuhan akan tekstil yang mereka sebut sebagai function and fashion textile.

Taiwan telah  mendirikan fasilitas R&D untuk menguatkan industri TPT mereka dalam mensuplai kebutuhan pasar Dunia atas functional textile product sebagaimana yang diminta oleh banyak brand internasional yang memproduksi pakaian olahraga berkualitas tinggi.

  1. Meningkatkan kapasitas design dan branding

Beberapa brand internasional terkenal sudah mempercayai industri TPT Taiwan untuk menjadi sumber kebutuhan mereka. Perlu dilakukan pemantauan atas trend fashion sehingga Taiwan dapat mengikuti perkembangan design berkualitas yang sedang menjadi mode di pasar. Disamping itu upaya promosi dengan melakukan branding dianggap hal yang perlu dilakukan secara efektif guna mengkonsolidasi setiap tahap secara keseluruhan, mulai dari kegiatan produksi, supply chain, promosi,  sampai ke pasar guna menjamin kesuksesan industri TPT Taiwan dalam jangka panjang.

  1. Menciptakan smart textile

Belakangan ini terlihat bahwa smart textiles menjadi prioritas dalam permintaan pasar produk tekstil. Selain untuk pakaian sport, smart textile diperlukan untuk produk Kesehatan dan tekstil kebutuhan manusia lanjut usia.

Smart textile memerlukan beberapa fungsi penting seperti: performance, kenyamanan pakai, pengindraan dan pemantauan serta interpretasi pintar atas penggunanya. Smart textile ini didukung oleh teknologi IT, teknologi biomedical yang inovatif, yang mana keberhasilan Taiwan akan ditentukan oleh inovasi yang melibatkan kerjasama  antar disiplin ilmu.

  1. Mengembangkan supply chain TPT yang berkualitas

Untuk pengembangan lanjut dan meningkatkan daya saing Taiwan harus fokus dalam aspek-aspek: upgrading dan transformasi industri, memenuhi ketentuan tentang CSR dan business sustainability.

Dengan bantuan penuh dari pemerintah industri TPT harusnya diarahkan ke praktek produksi yang mencakup: lean manufacturing, memaksimalkan efisiensi produksi dan produktifitas dengan memanfaatkan Internet of Thing (IoT), Big Data dan teknologi Cloud.

BELGIA

Asosiasi Perguruan Tinggi Tekstil Dunia Autex (the Association of Universities for Textiles) yang didirikan pada tahun 1994, mempunyai 41 anggota dari 28 negara. Lembaga nirlaba yang beralamat di Technologiepark 70A, 9052 Zwijnarde, Ghent Belgium ini mempunyai misi untuk memfasilitasi kerjasama dalam pendidikan dan penelitian tekstil yang terdiri atas:

  1. Promosi kegiatan dan prestasi perguruan tinggi tekstil di kancah global
  2. Fasilitasi kerjasama pengembangan dan pelatihan tekstil maju dikalangan anggota
  3. Mendorong mobilitas dan jaringan pertukaran mahasiswa dan staf akademika diantara perguruan tinggi tekstil anggota
  4. Menumbuhkan kemitraan penelitian yang aktif dikalangan anggota dan mitra yang lain
  5. Menyebarluaskan hasil karya penelitian dibidang ilmu, teknologi dan design tekstil melalui jurnal berkala
  6. Menyelenggarakan konferensi untuk mnyebarluaskan isu mutakhir kepada professional tekstil dan mahasiswa tekstil
  7. Bekerjasama dengan lembaga lain yang peduli akan tekstil dan produk tekstil
  8. Menawarkan penyelenggaraan kursus dan pelatihan akademis dengan topik terkait tekstil
  9. Melakukan proyek-proyek bidang tesktil yang didanai oleh public.

Konferensi yang akan diadakan Autex dimasa mendatang ini antara lain:

  1. Tahun 2023: RMIT di Melbourne Australia
  2. Tahun 2024: Textile University of Liberec, Czech Republic
  3. Tahun 2025: Textile University Dresden, Germany
  4. Tahun 2026: ESITH, Morocco
  5. Tahun 2027: ENIM, Tunisia

Topik konferensi yang dilaksanakan: Advanced Fibres and Materials; Innovative Functional Textiles; Technical Textiles, Composites and Membranes; Protective Textiles; Medical Textiles; Tissue Engineering;  Implants; Smart, Interactive and Multifunctional Textiles; Textile Processing; Innovative Textile Structures; Nanotechnology;  Nanotextiles, Electrospinning; Biopolymers and Biotechnology; Surface Functionalization and Coating; Textile and Clothing Machinery; Textile Testing, Measuring Technology; CAD/CAE-Technology, Mass Customisation; Modelling and Simulation; Fashion – Design and Garment Industry;  Comfort Science; Conservation of Textiles; Ecological and Environmental Textiles, Recycling and Life Cycle Analysis; Textile Economy, Textile Supply Chain Management; Innovation and Entrepreneurship; Modern Textile Education and Training; Leather and shoes industry. (Autex)

UZBEKISTAN

Strategi pencegahan dan mitigasi yang digerakkan oleh pekerja dengan kuat diperkirakan tidak diterapkan diseluruh tingkatan produksi perkebunan kapas di Uzbekistan, hal ini ditegaskan akan dapat menggagalkan upaya penghilangan kerja paksa di sektor kapas ini.

Uzbek Forum’s Cotton Chronicle 2022 menerbitkan hasil pemantauan masyarakat sipil independen atas kegiatan panen kapas Uzbekistan tahun 2022 dalam laporan berjudul   Observations Of Uzbekistan’s Cotton Harvest,  menunjukkan bahwa walaupun kemauan politik  untuk mengakhiri kerja paksa tetap kuat, kemajuan yang dihasilkan selama ini dikawatirkan terancam gagal dan perlu dilakukan reformasi yang kuat dan terarah.

Program Kerja Paksa  Forum Hak Buruh Internasional yang menjadi leading sector dalam kampanye kapas menyatakan bahwa panen 2022 yang menjadi  panen pertama sejak pemerintah Uzbekistan secara efektif mengakhiri kerja paksa yang dijalankan negara, menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak akan menunjukkan hasil tanpa keiikutsertaan para pekerja dalam memantau dan melaporkan pelanggaran-pelanggaran atas hak-hak pekerja. Dinyatakan bahwa kebebasan berserikat bagi pekerja dan petani sangat penting untuk mewujudkan industri kapas yang bebas kerja paksa yang eksploitatif.

Kampanye Kapas menyatakan bahwa pemerintah harus melibatkan seluruh unsur terkait industri kapas yang terdiri atas: masyarakat sipil, petani kapas, perwakilan sah dari pekerja pemanen agar dapat terbangun mekanisme yang kuat untuk mencegah dan mengurangi pelanggaran hak dalam setiap tahap produksi. Terbentuknya mekanisme ini akan menjadi satu-satunya jalan untuk menjamin Uzbekistan menjadi negara pemasok serat kapas yang memenuhi standar perdagangan Dunia.

Ditengarai bahwa pejabat tinggi pemerintah pusat telah menekankan secara konsisten agar pejabat lokal daerah tidak boleh menggunakan kerja paksa dalam industri kapas. Namun ditemui kenyataan bahwa pemerintah terus melakukan control ketat terhadap pelaksanaan panen kapas untuk memastikan terpenuhi target hasil panen pada masing-masing daerah. Tekanan pemenuhan target produksi terhadap otoritas pemerintah daerah ini menyebabkan mereka tetap menggunakan tenaga kerja paksa dalam panen kapas karena kurangnya tenaga kerja pemanen kapas sukarela.

Internasional brand dalam tekstil dan pakaian jadi memantau ketat perkembangan di Uzbekistan apakah praktek kerja paksa ini terus berlanjut atau sudah dihentikan dan hal ini akan menjadi pegangan mereka untuk menetapkan apakah Uzbeksitan dapat atau tidak menjadi sumber barang kebutuhan mereka. Cotton Campaign menegaskan bahwa pemerintah Uzbekistan harus mengatasi persoalan kerja paksa dan menunjukkan  komitmen untuk taat pada standar hak-hak buruh internasional, sekarang inilah waktu reformasi untuk bergerak maju.

MYANMAR

 Serikat Pekerja Global yang menangani hal-hal terkait kondisi kerja dan hak-hak pekerja menyatakan bahwa situasi hak asasi manusia semakin memburuk di Myanmar. Serikat Pekerja telah bertemu dengan brand internasional pakaian jadi untuk membahas “Kerangka Kerja yang Bertanggung jawab” untuk exit dari Myanmar, sesuai dengan rambu-rambu regulasi yang ditetapkan oleh Prinsip Panduan PBB  tentang Hak Asasi Manusia (UNGP) dan Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Ethical Trading Initiative (ETI) melaporkan bahwa due diligence kebebasan berserikat tidak mungkin dilakukan dan Serikat Pekerja tidak difungsikan sebagaimana mestinya di Myanmar. Sehubungan dengan hal ini setelah pertemuan dengan Serikat Pekerja, beberapa international brand pakaian jadi telah mengumumkan niat mereka untuk menghentikan kegiatan sourcing pakaian jadi mereka di Myanmar, sementara yang lain telah menyatakan kesediaan untuk membahas secara mendalam persyaratan exit dari Myanmar.

Para brand internasional didesak untuk tidak menempatkan pesanan baru, hanya menyelesaikan pesanan yang masih sedang dalam proses produksi, memastikan semua hak hukum pekerja dan pembayaran upah mereka diberikan sebagaimana ketentuan yang berlaku dalam masa transaksi Tarik diri dari Myanmar. Tantangan besar yang dihadapi negeri ini adalah tidak adanya jaminan sosial dan sistem hukum yang berfungsi untuk menjamin bahwa para pekerja dibayar sesuai dengan hak mereka.

Dinyatakan bahwa banyak brand yang bermaksud mempertahankan sumber produksi mereka di Myanmar karena mereka mengira bahwa segala regulasi dijalankan dengan baik di Myanmar, namun ETI menegaskan bahwa: dalam kondisi yang ada sekarang tidak mungkin untuk menjalankan bisnis secara etis dan bertanggung jawab di Myanmar. ETI menyambut baik bahwa diskusi tentang tanggungjawab brand intarnasional terhadap pemasok dan pekerja ini telah dibawa lebih meluas  keluar teritori negara Myanmar.

ASEAN menyatakan keperihatinan  atas eskalasi kekerasan yang terjadi di Myanmar yang meningkatkan jumlah korban serta penderitaan besar yang dialami rakyat Myanmar. Komite ASEAN akan bertemu pada 8 November 2022 di Kamboja untuk melaksanakan KTT ASEAN guna membahas hal-hal mendesak termasuk krisis kemanusiaan di Myanmar.

Berita terbaru menyatakan bahwa salah satu brand internasional terkemuka, ADIDAS pada tanggal 7 November 2022 telah memulai penyelidikan ke pabrik pemasok mereka di Myanmar, untuk mengungkapkan fakta-fakta lapangan setelah terjadinya pemogokan Serikat Pekerja yang menuntut masalah pembayaran upah dan pemecatan terhadap pekerja-pekerja.

(Red B-Teks/Indra I)

Hits: 18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *