Warta Dunia Edisi 11

BULETIN TEKSTIL.COM

ITALI

Kelompok perusahaan United Colors ofBenetton Itali akan meningkatkan produksinya di Turki, Croasia, Tunisia, Serbia dan Mesir dengan untuk mengurangi produksi mereka di Asia pada tahun 2022 mendatang. CEO Benetton Massimo Renon menyatakan bahwa langkah itu merupakan keputusan strategis untuk lebih meningkatkan pengendalian atas proses produksi dan menurunkan biaya transpotasi.

Walaupun biaya produksi di Vietnam dan Bangladesh lebih rendah 20% dibandingkan dengan negara-negara Mediterania, tapi lead times yang lama karena kekurangan pengangkutan kapal laut akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Di Serbia, Croasia dan Tunisia Benetton akan memproduksi dipabriknya sendiri, sedangkan di Mesir dan Turki mereka akan kerjasama dengan supplier lokal. (Just Style).

TUNISIA

Perusahaan Tunicotex yang memproduksi pakaian rajut di Tunisia akan menggunakan strategi digitalisasi dikeseluruhan fasilitas produksi mereka di Soliman. Mereka memakai Coat’s FastReactPlan dari Coats Digital. Dengan ini maka mereka mengharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi data dan kolaborasi antara departemen di perusahaan yang memproduksi pakaian 190 ribu perbulan itu.

Perusahaan yang berdiri tahun 1993 ini mensuplai barangnya ke brand internasional seperti: Hugo Boss, Armani, Tommy Hilfiger dan Calvin Klein
MRP detail yang terpasang pada FastReactPlan akan memungkinkan Team Tunicotex untuk mengkalkulasi suplai dan deman bahan baku secara akurat dan dengan cepat dapat merubah Sewing Plan. (Just Style)

CHINA

China mengalami penurunan nilai ekspor tekstilnya pada tahun 2015 sebesar 2,3% yang disebabkan oleh peningkatan biaya-biaya yang antara lain: harga tanah, biaya energi, biaya tenaga kerja dan lain-lain.

Industri tekstil memainkan peran penting dalam perekonomian China dengan porsinya sebesar 7% dari GDP China, sebagaimana juga diketahui bahwa China adalah produsen dan eksportir garment terbesar Dunia, dengan nilainya lebih dari separoh perdagangan garment Dunia. Disatu sisi industri tekstil memberikan kontribusi besar dalam perdagangan ekspor dan disisi lain memberikan lapangan kerja yang besar.

Diperkirakan bahwa dalam 3-5 tahun mendatang industri tekstil China yang memiliki supply chain yang baik dan besarnya pasar domestik akan tetap berjaya. Dalam jangka panjang, peningkatan faktor biaya produksi, akan mendorong negara ini untuk melakukan relokasi industri tekstilnya ke Luar Negeri yang tentu saja akan mengurangi kesempurnaan supply chain yang ada dan akan menyebabkan industri tekstil China menghadapi lebih banyak tantangan.

KAMBOJA

Upah minimum pekerja pabrik tekstil, garment dan sepatu di Kamboja naik dua dollar menjadi US$194, besaran ini dianggap oleh The Ethical Initiative (ETI) jauh dari mencukupi kebutuhan hidup minimum para pekerja.

Serikat pekerja menuntut kenaikan menjadi US$214 yang ditolak oleh para pengusaha. Serikat Pekerja mengharapkan bahwa upah minimum dapat dinaikkan tahun depan setelah berlalunya pandemi.

ETI mendukung tuntutan itu karena menganggap bahwa nilai upah minimum yang ditetapkan sekarang ini tidak memungkinkan para pekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan minimum keluarga dan mengupayakan ketahanan hidup keluarga kemasa depan.

Karenanya ETI menyerukan agar semua brands internasional yang mendapatkan pasokan garment mereka dari Kamboja untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan pensuplai sudah menggaji pekerja mereka pada besaran yang dapat memenuhi kebutuhan hidup secara memadai.

POLANDIA

Pakaian sport dan pakaian pelindung (protective clothing) mensyaratkan adanya beberapa sifat kain yang antara lain: kenyamanan pakai, performance dan perlindungan bagi pemakai. Yetanawork Teyeme dkk. melakukan penelitian metodologi dan pendekatan dalam mengukur kenyamanan pakai ergonomik, yang mencakup teknik obyektif dan subyektif dan memaparkan hasil penelitian mereka dalam Autex Research Jurnal yang diterbitkan awal tahun 2021 yang lalu.

Literatur menyatakan ada empat teknik utama untuk mengukur kenyaman pakai yaitu: evaluasi subyektif, pengukuran obyektif, kombinasi teknik subyektif dan obyektif serta model computer interaksi manusia-tekstil.

Dalam metode pengukuran obyektif, pengujian berulang menunjukkan hasil yang sangat baik dan didapat nilai yang terukur, tapi dalam beberapa kasus terungkap bahwa besaran nilai yang didapat dari pengukuran itu sangat berbeda dibandingkan persepsi kenyamanan pakai manusia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa subyektif kurang akurat dibandingkan dengan analisa obyektif karena variasi antar subyek manusia yang diuji dan disimpulkan bahwa kombinasi teknik uji obyektif dan subyektif merupakan pendekatan paling valid untuk menguji kenyamanan pakai bahan tekstil.

ASIA

Acara-acara industri tekstil seperti: pameran dagang, konferensi dan forum-forum lain merupakan kesempatan terbaik untuk melakukan penjualan, pencarian sumber bahan baku dan membangun kerjasama global bagi pengusaha tekstil.

Asia sebagai sumber tekstil terbesar Dunia menurut BisVibe yang berkantor pusat di Toronto Canada mempunyai beberapa event popular dalam industri tekstil, yang 10 terbesarnya sebagai berikut:

1. Canton Fair – China Export And Import Fair – Guangzhou, China
2. Textile Asia – Karachi, Pakistan
3. India International Garment Fair – New Delhi, India
4. Intertextile Shanghai Apparel Fabrics – Shanghai, China
5. GFT (Garment and Textile Manufacturing) – Bangkok, Thailand
6. Shenzhen International Trade Fair for Apparel Fabrics and Accessories – Shenzhen, China
7. Tex-Styles India – New Delhi, India
8. Prime Source Forum – Hong Kong, China
9. Istanbul Fashion Apparel Conference – Istanbul, Turkey
10. Taipei Innovative Textile Application Show – Taipei, Taiwan

(Red B-Teks/ Indra I)

Hits: 14

Shared to Media Social

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *