# seri II : Marketing – Pemasaran “Persaingan lewat Strategi Pemasaran Yang Tepat”

BULETIN TEKSTIL.COM / JAKARTA – Bagian kedua

“ In the world of constant change, the fundamentals are more important than ever …” James C Collin Dalam dunia yang terus berubah hal hal mendasar menjadi lebih penting dari sebelumnya.

baca Artikel # seri I : Marketing – Pemasaran “Persaingan lewat Strategi Pemasaran Yang Tepat”

Marketing di tengah gempuran perubahan yang berlangsung cepat dan kadang tidak mampu diprediksi :
Kita memasuki suatu era baru Abad 21, dimana internet memungkinkan masyarakat terhubung – connected society menjadi kenyataan. Era ini dikenal sebagai Era industry 4.0 dimana peran tehnologi informasi sangatlah dominan, tehnologi digital, internet, artificial intelegent, big data memegang peranan penting dalam merubah peradaban manusia termasuk perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan dan atau keinginan mereka.

Prof.DR.Rhenald Kasali menyatakan bahwa perubahan sebagai suatu keniscayaan ; “ Pergeseran “ perilaku masyarakat yang memberi dampak pada dunia bisnis – usaha , dengan munculnya Gojek dan Grab pada tahun 2015 – 2016 sebagai alternative pilihan moda transportasi dan pengiriman barang – paket, , kemudian muncul model bisnis baru berupa “ Market Place “ seperti Buka Lapak dan Toko Pedia yang mempertemukan produsen – industri dengan konsumen, dan yang memberi alternatif pilihan dan kebebasan berbelanja bagi masyarakat.

Apa yang dulu menjadi bisnis inti bagi banyak perusahaan dipaksa untuk berubah dengan berkembangnya tehnologi informasi. Kreatifitas dan Inovasi menjadi syarat utama bagi keberhasilan usaha “ berubah atau mati..” walau tidak dapat dipungkiri bahwa dasar dasar ilmu pengetahuan masih tetap berlaku dan tetap dijadikan rujukan, begitu pula cabang ilmu Marketing atau Pemasaran. Banyak perusahaan yang lebih siap mencari peluang dan bisa berinovasi dan kemudian merumuskan kembali strategi bisnis mereka secara mendasar untuk siap menghadapi era disruption, contoh klasik mengapa Lion Air men-sifting – bisnis mereka disamping bisnis inti jasa penerbangan murah membentuk Divisi kemudian menjadi Anak usaha “Lion Parcel“;

Mereka mengembangkan usahanya dengan menawarkan jasa logistic dan pengiriman barang agar kapasitas pesawat yang mereka miliki dan cakupan layanan yang luas dihampir seluruh wilayah Indonesia lewat anak usaha Wing Air, dapat dimanfaatlkan dan menghasilkan revenue baru , ” main is no main anymore “ Jasa utama penerbangan penumpang – passenger berbiaya murah, tidak lagi semata menjadi inti bisnis mereka dan terbukti mereka berhasil dibanding Airlinne line atau Maskapai Penerbangan lainnya.

Contoh sebaliknya adalah PT. Garuda Indonesia tetap bertahan sebagai “ National Flag Carrier, mereka tetap menjaga “ image – Brand “ sebagai high end – full fare airline, dan mereka ternyata tidak siap, ketika badai pandemic Covid 19 melanda diakhir 2019 dimana tingkat pengisian tempat duduk – seat occupancy rate menjadi rendah. Perusahaan ini harus mengambil tindakan drastis dengan mengajukan penawaran pensiun dini bagi karyawan mereka yang berusia diats 50 tahun untuk menekan biaya tetap – overhead mereka.

PT.POS sejak awal tahun 2000-an men shifting bisnis inti pengiriman surat dan wesel POS, dengan mendirikan unit POS Logistik dan yang kemudian menjadi penyumbang terbesar revenue meraka saat ini. Mereka menciptakan Revenue lain untuk menopang dan memastikan pertumbuhan korporasi yang berkelanjutan. Mereka yang berhasil men-transformasikan bisnis inti mereka . Dengan Pemimpin yang berjiwa entrepreneur – berjiwa wira usaha; secara kreatif mereka memanfaatkan asset serta jaringan yang mereka miliki untuk menyongsong era baru- era perubahan karena ; “ Pimpinannya adalah manusia yang berwatak pemberani yang berorientasi pada peluang dan tindakan *); Mereka mempunyai visi yang tajam, ide kreatif lalu bertindak menyusun dan merumuskan strategi bisnis baru serta mempersiapkan Sumber Daya Manusia – human capital mereka agar mampu beradaptasi, berinovasi dan bergerak bersama perubahan yang terjadi.

Tentu perusahaan harus juga merancang berbagai pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan Skill dan Competency dan ketrampilan SDM mereka; Sekarang Anak Usaha PT.POS Logistik menjadi salah satu penyumbang revenue PT.POS, Layanan pengiriman paket pun ditawarkan dalam berbagai pilihan, antara lain ada layanan “ Express Mail Service – EMS “ yang cepat atau Layanan Standar sesuai keinginan atau pilihan konsumen mereka; sementara revenue tetap diperoleh juga dari bisnis mereka yang lain, jasa keuangan antara lain jasa Remmittance, Penyalur Dana Desa, Dana Bansos dan jasa lainnya, semata karena keunggulan jaringan yang mereka miliki, sekali lagi : “ Place-Availability “ ketersediaan, kemudahan bagi konsumen dan didukung oleh Sumber Daya Manusia yang capable, cakap dan mampu dengan baik melaksanakan tugas mereka.

Mereka Perusahaan–perusahaan atau Korporasi yang siap untuk terus berubah akan mampu bertahan dari gempuran perubahan dan bisa terus bertumbuh “Sustain Develop“. Mereka semuanya menawarkan Produk dan Jasa yang berbeda kepada konsumen, memerlukan pendekatan pemasaran yang berbeda sehingga mereka mampu memasarkan nya dengan baik dan berhasil.
Walau tidak dapat dipungkiri bahwa ketika hal baru ini dicoba tidak semuanya memperoleh jaminan akan berhasil, ada pula yang gagal, dalam kegiatan usaha ada dalil yang perlu dipegang : >“ When you make mistake, it makes you smarter – Daniel Coyle “ ; karena itu dibutuhkan komitmen, konsistensi dan inovasi. Bagi mereka yang belajar dari kegagalan dan berusaha terus memperbaiki metode dan cara nya pada akhirnya akan berhasil.

Marketing di Era Digital.
Marketing didefinisikan sebagai: “ Pemasaran adalah sekumpulan rancangan kegiatan yang saling terkait untuk mengenali kebutuhan konsumen dan mengembangkan, mendistribusikan, mempromosikan serta menetapkan harga yang tepat dari sebuah produk dan layanan untuk mencapai kepuasan dari konsumen yang bertujuann untuk menghasilkan keuntungan “… atau Philip Kotler mendefinisikan pemasaran : “ a sociental process by which individual and groups obtains what they need and want through creating offering, and freely exchanging product and service of value with others..” ( Kotler, 2000.8) ; definisi ini tetap berlaku walau kita telah memasuki era disruption, era digital dan era connected society sebagai akibat perkembangan dan pemanfaatan tehnologi informasi, hanya saja dalam implementasi serta komunikasinya berbeda, tentu harus ada perubahan dalam cara, isi dan modelnya karena tuntutan perubahan.
Beberapa ciri yang mendasar dalam era Digital antara lain:

1. Perubahan Pola perilaku konsumen : Konsumen ingin agar kebutuhan akan produk atau jasa harus segera tersedia, sesuai dengan seleranya, harga yang disetujuinya, layanan pengantaran yang terpercaya dan tepat waktu, hal ini mensyaratkan adanya jaminan kualitas produk dan jasa yang dipasarkan atau dijual. “Cepat dan terpercaya“.
Pemasaran lewat perusahaan yang menyediakan jasa market place misalnya Toko Pedia, Lazada, Go food, Grap, Tani Market, Tani Hub dan lain lain, atau pun usaha individu untuk berbagai jenis makan misalnya : Mama Mo Kitchen, untuk Pakaian jadi misalnya Billionerproject. Yang memasarkannya secara langsung harus sungguh sungguh menjaga reputasi mereka dalam hal ini “ Cepat dalam layanan dan Terpercaya dalam hal kualitas “. Hal lain yang juga berubah adalah dalam hal gaya hidup diamana konsumen mengalihkan penggunaan dana mereka pada hal hal yang lebih esensial, hidup sehat, adventure dan lainnya.

2. Penawaran – Pasar yang terbuka : Tidak dapat dipungkiri, di era ini persaingan menjadi terbuka dan persaingan menjadi lebih sengit, konsumen tentu dapat memanfaatkan situasi dan kondisi ini untuk mencapai penawaran yang terbaik, karena pasar yang terbuka sebaliknya bagi perusahaan yang menawarkan produk atau layanan, bisa menjadi “ ladang pembantaian..” ; klaim dan atau ketidak puasan konsumen dalam era digital dapat langsung menjadi tranding topic – viral lewat media sosial yang bisa berakibat positif yang mendukung dan atau sebaliknya menjadi berita negatif yang merusak reputasi usaha baik usaha individu maupun usaha besar Korporasi; Era informasi menyediakan begitu banyak kesempatan bagi konsumen untuk menentukan pilihan bagi kebutuhan dan atau keinginan mereka., untuk itu diperlukan People – SDM yang kreatif, inovatif serta cepat tanggap.

3. Power of Community : Dalam era “ Connected Society “ Komunitas adalah saluran yang sangat efisien dan efektif untuk menjangkau pelanggan; Menurut Richard Cross dan James Smith penulis buku “ Customer Bonding “ mengatakan : “ Customer who form a communal brand around your brand, product, service, candidate, cause of organization are usually extremely loyal “ Komunitas tidak hanya mampu menciptakan relashionship customer dan loyal customer. Pelanggan jenis ini adalah pelanggan yang selalu mati-matian membela merek dan produk tertentu. Contoh misalnya Komunitas MoGe “Harley – Davidso “; Komunitas Kawasaki Trail ” dan lainnya; Pelanggan jenis ini akan menjadi seperti papan iklan berjalan, mereka adalah advocator customer dan menjadi salesman anda yang fanatik, mereka akan mempengaruhi calon pelanggan lain tanpa perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk menjaring customer baru…*) hal.190 buku Marketing in Venus.
Marketing di Era Digital, mereka yang cepat beradaptasi dan cepat mengikuti perubahan, kreatif, mampu memanfaatkan kemajuan tehnologi informasi dengan baik akan keluar sebagai pemenang.
“ The secret of change is to focus all of your energy, not on fighting the old but on building the new “ Socrates

(Red B-Teks / Ben De Haan)

Hits: 27

Shared to Media Social

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *