# seri I : Marketing – Pemasaran “Persaingan lewat Strategi Pemasaran Yang Tepat”

BULETIN TEKSTIL.COM/ JAKARTA – Artikel ini dibuat dalam 3 seri catatan.
seri I : Persaingan lewat Strategi Pemasaran Yang Tepat
seri II : Marketing di Era disruption, digital, industry 4.0.
seri III : Beberapa pedoman dasar marketing di era digital, khusus untuk UMKM – Kuliner : Makanan, Kue & Pastry, Aneka minuman : Kopi dan Produk kuliner lainnya.

You have to think like a Marketing Superstrar : “ Marketers must often work around situations that are not of their doing. By successfully doing so they can become corporate heroes; As a marketer you have to keep developing new book’s to capture your customer’s attention” *) Barry Feig – Pretince Hall – 1999.

Sekilas catatan perjalanan dan pengalaman panjang sebagai seorang “ Marketer “ dalam memasarkan berbagai produk di pasar Indonesia dan dunia yang sementara tumbuh, berkembang dan dari waktu ke waktu.
Untuk bisa keluar sebagai pemenang maka kita harus berpikir sebagai seorang “ Marketing Superstar “, beberapa strategi disusun, program pemasaran dirancang dan dilaksanakan; dalam implementasinya strategi dan program tersebut harus di tinjau dan dievaluasi dari waktu kewaktu apakah strategi dan program tersebut sudah tepat sehingga membuahkan kegiatan pemasaran yang sukses dan akhirnya korporasi atau perusahan bisa terus bertumbuh dan berkembang karena berbagai produk dan jasa yang ditawarkan ke pasar diterima dan disukai konsumen.
langkah awal antara lain dimulai dari memilih pendekatan apa yang akan dipakai misalnya :

1. Product-Push Marketing : Pendekatan ini berbasis pada produk dan layanan yang di hasilkan oleh perusahaan; dimana perusahaan mencari cara untuk meyakinkan konsumen bahkan melakukan upaya “ Persuade customers “ untuk membeli produk dan jasa yang mereka hasilkan. Kuncinya adalah bagaimana membuat konsumen membeli apa yang dihasilkan dan ditawarkan perusahaan.
2. Customer-lead Marketing : Mencari dan menemukan apa yang di inginkan konsumen adalah kata kunci pendekatan ini; seluruh sumber daya perusahaan diarahkan pada mencari tahu dan memahami keingan konsumen dan kemudian diterjemahkan pada kegiatan produksi baik barang ataupun jasa dan ditawarkan kepada mereka untuk dibeli.
3. Resourses-Based Marketing : Perusahaan meletakkan strategi marketing mereka pada pertimbangan yang berimbang antara permintaan konsumen dan kemapuan perusahaan memenuhi permintaan tersebut dan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam memenuhinya.

Langkah selanjutnya ada beberapa prinsip yang fundamen atau utama dalam marketing yang harus dipahami karena dengan mengetahui dengan baik prinsip prinsip dan penerapannya kita akan dapat menyusun suatu strategi marketing yang tepat dan yang membuat perusahaan mampu menjawab atau merespond dengan baik dan tepat kebutuhan konsumen, selanjutnya perusahaan dapat berinteraksi dengan konsumen mereka. Ada beberapa prinsip yang harus di ketahui dan khusus untuk tulisan ini kami batasi hanya pada lingkup pemasaran Produk untuk kebutuhan konsumen atau “ Consumer’s goods “ yaitu barang atau produk dan jasa yang memenuhi kebutuhan esensial manusia- konsumen.

Prinsip – prinsip tersebut antara lain :
1. Prinsip pertama “ Fokus pada Konsumen ” : prinsip ini bukan bermaksud pada pendekatan buta, tetapi sesungguhnya adalah bagaimana perusahaan mengetahui dengan baik keinginan konsumen tentu memerlukan investigasi dan atau melakukan riset yang mendalam akan apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen dan kemudian perusahaan mendefinisikan dengan tepat dan pada akhirnya mampu melayani atau memenuhinya. Kualitas Produk dan atau Jasa yang ditawarkan kepasar akan di putuskan pilihannya oleh konsumen berdasarkan seberapa jauh produk atau jasa tersebut memenuhi keinginan mereka dan konsumen menyatakan kepuasannya. ( Produk : Pakaian, Makanan, Minuman, Buku, Peralatan Elektronik, Hand phone , dll )
2. Prinsip yang kedua “ Persaingan bebas “ : Bersaing dipasar yang terbuka dan kompetitif dimana perusahaan mempunyai keunggulan kometetif. Pasar atau konsumen akan secara selektif menentukan pilihannya kepada produk dan atau jasa apa yang akan dibelinya untuk memenuki keinginan dan atau kebutuhannya. Pertanyaaan yang harus dijawab dengan baik adalah “ Apakah perusahaan mempunyai Skills (Pengetahuan) dan Competencies (Kompetensi) untuk dapat menghasilkan produk yang punya daya saing. ( Produk Perlengkapan Olah Raga, Peralatan rumah tangga – home appliance, Produk tekstil, Garmen, Peralatan elektronik , dll )
3. Prinsip yang ketiga “ Customers do not buy product “ : Konsumen tidak hanya membeli produk maksudnya Konsumen tidak hanya membeli produk atau jasa, tapi apakah ada manfaat produk atau jasa itu dalam membantu mereka memecahkan masalah atau problem mereka serta status sosial mereka. Melihat pasar dari prespektif konsumen akan memberikan pandangan yang berbeda tentang peluang pasar dan ancaman terhadap posisi kompetitif dari perusahaan. ( Produk2 Farmasi dan Perlengkapan Olah raga, Jasa Kesehatan, dll.)
4. Prinsip yang keempat “ Marketing is too important to leave to Marketing Department ” : Pemasaran adalah suatu fungsi yang sangat vital dalam perusahaan dan karena itu fungsi pemasaran tidak lepas berdiri sendiri ditangani oleh bagian pemasaran dalam korporasi, tapi adalah tanggung jawab bersama semua bagian dalam organisasi; Semua fungsi dan elemen dalam organisasi – perusahaan adalah Marketer – Pemasar. Akhir akhir ini Tugas marketing adalah tugas semua – everyone’s job dalam organisasi atau perusahaan. Aktifitas semua bagian akan memberi pengaruh – impact pada keputusan membeli dan kepuasan yang diharapkan konsumen.
5. Pasar dan Konsumen terus berubah “ Markets and Customers are constantly changing “ : Perubahan adalah suatu keniscayaan itu adigium yang sering kita dengar dan alami dalam semua aspek kehidupan , karena itu menjadi Seorang Marketer atau Pemasar harus terus berada diatas perubahan, beradaptasi dengan cepat. Pasar yang dinamis dan produk yang dibatasi oleh usia hidup “ Life cicle “ yang terbatas dan akan mati dan digantikan dengan yang baru., ekspektasi konsumen yang terus berubah baik karena selera maupun fungsi dan manfaat yang diharapkan. Karena itu Perusahaan – organisasi harus capat bisa beradaptasi dengan perubahan jika ingin tetap tumbuh dan berkembang. Dalam era disruption menurut Pakar Perubahan DR.Rheinal Kasali dalam bukunya #MO : When the Main is no longer “ The Main…” kita dipaksa untuk berubah dan beradaptasi dengan perubahan, tehnologi merubah produk, dan seluruh tatanan kehidupan, perilaku dan kebutuhan, masyarakat yang terhubung – connected society tenttu berimplikasi pada perilaku konsumen, karena itu berubah atau mati.
“ If you only do things where you know the answer in advance, your company goes away ..” Jeff Bezos.

Disamping ke Lima prinsip utama diatas dalam menyusun atau merumuskan strategi pemasaran – Marketing Strategy tentu ada prinsip prinsip lain, yang diadopsi karena pasar yang terus berkembang sesuai tuntutan perubahan keinginan dan kebutuhan konsumen yang berubah dari waktu ke waktu, Pemasaran adalah suatu proses yang dinamis dan memerlukan kecepatan beradaptasi, korporasi atau perusahaan harus agile – fleksibel terhadap perubahan yang terjadi jika perusahaan ingin bertahan hidup dan mau terus berkembang.
Dalam teori marketing, untuk penyusunan strategi marketing dikenal ada Lima elemen pokok atau dengan istilah “ 5 P “ : People, Product, Price, Place and Promotion; kelima elemen ini dalam penerapannya bisa merupakan suatu kesatuan dan atau suatu kombinasi dengan titik berat penekanan pada elemen tertentu yang disesuaikan dengan jenis dan macam produk atau barang yang di pasarkan.

Dalam tulisan ini meramu elemen eleman tersebut dalam penyusunan suatu strategi dalam bidang pemasaran yang ber beda-beda antara produk yang satu dengan produk yang lainnya sepanjang pengalaman kerja, diantaranya pemasaran : Produk tekstil dan Garmen ; Perlengkapan olah raga berupa Pakaian, Sepatu dan alat olah raga lainnya; Berbagai macam produk Mainan anak2 – toy’s Plus Toy’s , Character dll; Makanan dan Minuman Olahan ; Buku dan Perlengkapan Belajar ; Pulsa telpon, Handphone dan jasa retail; Jasa Konsultasi Bisnis dan Jasa lainnya.
Pasar yang terus berubah terutama di era komunikasi, disruption, era Industri 4.0 dan masyarakat yang terhubung ; pemanfaatan tehnologi informasi – digital artificial intelegent, Big data yang hampir meliputi semua aspek kehidupan yang merubah secara mendasar perilaku konsumen, ada pertanyaan apakah masih relevan membaca atau membicarakan, mendiskusikan dalam ruang – ruang rapat atau pertemuan virtual yang dilakukan korporasi mengenai Prinsip dan Elemen2 diatas dalam rangka menyusun “ Marketing Strategy atau Strategi Pemasaran “ mereka ..? menurut hemat kami, sebagai suatu cabang Ilmu Pengetahuan maka Marketing – Pemasaran akan terus ada dan berkembang dengan berbagai bentuk, cara dan variasi nya, karena Baik Pendekatan, Metode dan Elemen-elemen tersebut akan tetap ada sampai kapan pun : Manusia baik selaku Produsen dan atau konsumen membutuhkan , Produk berupa barang atau Jasa untuk memenuhi kebutuhan bahkan keinginan mereka ; dengan Harga serta berbagai prasyarat yang dapat diterima atau disetujui; Produk dapat di peroleh atau tersedia di tempat2 misalnya : Pasar, mall, Kios, Toko atau Market place, serta bagaimana korporasi- perusahaan mengkomunikasikan produk atau jasa yang ditawarkan lewat pengenalan atau “ Branding “ merek dagang lewat kegiatan Promosi berupa iklan atau komunikasi dalam berbagai bentuk; elemen – elemen ini akan tetap dipakai dan berlaku dalam kajian dan penyusunan suatu strategi pemasaran – marketing strategy, jika perusahaan ingin berhasil dan bertumbuh secara berkelanjutan, tentu disesuaikan dengan strategi bisnis masing masing korporasi atau perusahaan.

Saya membatasi pada pembahasan elemen marketing yang tetap valid dan berlaku sampai saat ini yaitu “ Place – Market Place “ yang saya pahami sebagai “ Availability atau ketersediaan, produk “ yang ditawarkan dengan Merek dagang – Brand yang bagus, Harga yang bersaing, Kualitas yang baik, tapi jika tidak tersedia dan dapat diperoleh dengan mudah oleh konsumen akan tamat riwayatnya; kata kuncinya adalah “ ketersediaan “ produk tersebut dipasar. Tentu ketersediaan “ Place –pasar “ produk – barang antara yang satu dengan yang lain berbeda.
Untuk produk kebutuhan pokok atau primer dan sekunder maka kehadiran atau ketersediaan dipasar atau tempat – toko yang relatif dekat dengan konsumen yang dapat dijangkau dengan mudah sangatlah vital. Pada era 80an sampai dengan awal abad 21, ketersediaan dipahami sebagai suatu kegiatan distribusi yang tertata dengan baik pada segmen pasar yang dipilih sesuai Positioningnya, merata dan dalam jumlah yang cukup serta spesifikasi yang tepat; demikian juga karakteristik atau pilihan konsumen harus diamati dengan cermat lewat riset yang mendalam “ Knowing your customer’s “ yang akan berimbas pada biaya distribusi yang efisien dan pada akhirnya harganya bisa bersaing; Untuk produk perlengkapan olah raga “ Adidas dan FILA “ misalnya berbeda dengan produk makanan dan minuman olahan “ Farmhouse, Vida dan Sirup Marjan “, dan sudah pasti akan berbeda lagi dengan buku buku pelajaran dan buku buku umum produk “ Tiga Serangkai ” dan produk “ Pulsa Telkomsel, XL, Esia dll, karena itu jaringan retail baik toko – milik sendiri “ Flag shop “ dan atau milik pihak lain ,maupun kios atau pasar haruslah terpetakan dengan baik, tentu harus diperhatikan juga posisi merek dagang “ BRAND “ dimata konsumen “ Perception – presepsi “ sehingga adigium produk yang tepat berada di tempat yang tepat dapat terpenuhi.
Dalam era Internet – Masyarakat yang terhubung – Connected Society, dimana konsumen mempunyai kebebasan memilih dan pilihannya sangat mudah dijangkau lewat klik pada gadget masing –masing karena peran internet dan aplikasi digital, ketersediaan atau availability produk atau barang tetaplah merupakan elemen marketing yang penting dan bahkan sangat penting, karena begitu cepatnya konsumen berpaling jika ternyata barang yang ingin dibeli atau dipesan tidak tersedia – stok kosong.

Akhirnya agar strategi yang disusun dengan baik dan cermat, program program yang dirumuskan dengan detail bisa berjalan baik, produk tersedia dengan cukup dan dengan harga yang bersaing, pemasarannya hanya bisa berhasil jika “ ditangani dan dijalankan “ oleh “ People “ – orang orang yang tepat, yang terlatih baik sehingga mereka disamping mempunyai ilmu – Knowledge, Skill, Kemampuan – Competency serta mempunyai Komitmen yang teguh pada tugas nya, khususnya mereka – mereka yang berada di Departemen marketing dan sales atau Divisi pemasaran dan penjualan, walaupun disadari bahwa semua orang yang berada dalam perusahaan- korporasi adalah juga marketer tanpa kecuali.
“ You have to think like a marketing superstar “ memuaskan penggemar dan menjadikan mereka penggemar fanatik, karena pasar yang dinamis, kompetetif dan terus berubah sejalan dengan perubahan perilaku, persepsi dan ekspektasi konsumen yang juga terus berubah.

(Red B-Teks/ Ben De Haan)

Hits: 29

Shared to Media Social

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *