WARTA DUNIA

BULETIN TEKSTIL.COM / Jakarta –
Inggris

Sirkular ekonomi merupakan tren yang meningkat pada industri pakaian jadi dan diharapkan membantu menjamin terjaganya kelestarian lingkungan hidup dimasa mendatang. Konsumen menunjukkan perhatian besar terhadap langkah-langkah yang menjamin kelestarian lingkungan hidup. Retailer di Inggeris melakukan banyak inisiatif untuk mencapai the Net Zero Retail Target pada tahun 2040, yang berarti mengurangi pelepasan karbon dalam mata rantai kegiatan operasional mereka. Contohnya SELFRIDGES meluncurkan proyek EARTH, suatu skema yang mencakup: resale, rental, refill dan pelayanan diseluruh rangkaian toko fashion dan kecantikan mereka untuk memperkuat Sustainability Credentials mereka.

Swiss

Hasil survey yang dilakukan International Textile Manufacturing Federeation (ITMF) diseluruh dunia menunjukkan besarnya minat untuk berinvestasi dalam satu-dua tahun kedepan setelah terhantam tsunami pandemi covid-19. Minat investasi permesinan produksi ditunjukkan oleh para responden sebagai berikut: Africa (60%), East Asia (57%), Eropa termasuk Turki (69%), Amerika Utara (50%), Amerika Selatan (95%), Asia Selatan (87%), Asia Tenggara (83%). Investasi ditujukan untuk: penambahan kapasitas produksi, memperkecil konsumsi energi, dan otomatisasi permesinan (Eropa dan Amerika Utara).

China

Industri garment kecil rumahan di Desa Dong Zhang, Changjia Township, Qingyun County, Provinsi Shandong, memperlihatkan peningkatan kegiatan produksi secara tajam. Mereka memproduksi jilbab, jenis bagian busana untuk pakaian wanita muslim. Yang perlu mendapat perhatian adalah mereka memanfaatkan platform e-commerce untuk memasarkan hasil
produksinya, transaksi dagang yang mudah, lintas batas negara yang tidak direpotkan oleh prosedural ekspor-impor yang ketat dinegara tujuannya. Volume transaksinya yang terlihat kecil-kecil ini ternyata secara agregat sangat besar, satu desa terpencil China ini saja menghasilkan profit sebesar 30 juta Yuan pada tahun 2020, wanita desa operatornya dapat menerima gaji menerima 15.000 Yuan, belum lagi desa-desa lain di China.

Indonesia

Kementerian Perindustrian RI berinisiatif menggagas pembentukan Material Center TPT, suatu lembaga penyangga untuk menjamin kelancaran transaksi penyediaan bahan baku dan bahan penolong bagi pengguna (demand side) dari produsen (supply side). Supply side tentu saja para produsen TPT sejak dari sektor hulu (fiber), sektor intermediate (benang dan kain).

Demand side bisa saja sesama industri TPT yang berada pada sektor dibawah sektor produsen, bisa juga merambah ke sektor-sektor lain diluar TPT yang memerlukan barang-barang tekstil sebagai bahan baku atau bahan penolongnya seperti: otomotif, lembaga Kesehatan, perhotelan dan restoran dan lain sebagainya. Dengan terbentuknya lembaga seperti ini, yang kemudian dapat berjalan baik, maka diharapkan pasar lokal TPT akan menggeliat untuk menuju tingkat operasional penuh dengan terjaminnya ketersediaan barang yang memadai dalam hal: jenis stock, kuantitas, kualitas, harga dan delivery time terbaik.
Pemikiran startegis yang perlu mendapat dukungan dari seluruh stake holders TPt.

(Red B-Teks/ INDRA IBRAHIM)

Hits: 13

Shared to Media Social

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *