Penjelasan Soal Hak Paten Produk

PERTANYAAN PEMBACA buletintekstil.com edisi pertama

“Kami mendapat order bedsheet printed design mickey mouse. Setelah dikirim ke buyer di Australia, kami diingatkan sisa order (grade B,C) tidak boleh dilempar ke pasar lokal, kuatir dijiplak produsen lain, setelah 3 bulan baru boleh dijual. Saat ini dengan adanya internet, siapapun bisa mendapatkan bermacam design untuk printing.
Bagaimana kaitannya dengan hak cipta seseorang?.
Masihkah berlaku hak paten ?.
Kalau merasa dirugikan masih bisa diselesaikan dengan jalur hukum?.
Demikian pertanyaan saya terima kasih atas perhatiannya.
H. Achmad Sukradarma,

Jl. Kuping Gajah 3B, Cisaranten Kulon Arcamanik, Bandung.

Jawaban Redaksi
Pembaca yang terhormat, kami mencoba menjawab dengan mengkaitkan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mengenai hak cipta kita akan merujuk ketentuan pada Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 Tentang Hak Cipta, dinyatakan dalam pasal 1 ayat 3 bahwa ciptaan adalah hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang diekspresikan dalam bentuk nyata. Dengan melihat ketentuan tersebut maka bedsheet printed design mickey mouse yang berupa produk hasil teknologi harusnya dimasukkan kedalam invensi yang terkait ketentuan paten.


Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten disebutkan bahwa Paten adalah hak ekslusif yang diberikan negara kepada inventor atas hasil karyanya dibidang teknologi berupa produk atau proses. Tentu saja hak paten masih tetap berlaku di Indonesia, pasal 22 ayat (1) UU 13/2016 menetapkan bahwa Paten diberikan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan. Ketentuan lengkap tentang hak paten dapat kita cermati dari undang-undang ini.


Kalau perusahaan tekstil yang menerima order bedsheet tersebut merasa dirugikan akibat tidak bisa dijualnya grade B dan C yang akan jadi stock dan menghentikan perputaran modal, apakah bisa diselesaikan dengan jalur hukum ?. Tentu saja harus kita lakukan analisa hukum yang cermat, kalau yang akan dituntut adalah Buyer dari Australia dan yang menuntut adalah produsen perusahaan printing, maka bisa terjadi “pecah kongsi” dan produsen akan kehilangan pelanggan yang secara jangka panjang akan merugikan, biasanya hal ini akan dihindari oleh para pengusaha.


Kalau setelah diperhitungkan dengan cermat dan pengusaha printing tetap bersiteguh untuk membawa ke jalur hukum, maka ada beberapa kemungkinan skenario hukum yang bisa di tempuh:
1. Bila design kain milik Buyer dan tidak dipatenkan, maka yang bisa terjadi disini adalah perselisihan perdata antara Buyer dan Produsen perusahaan printing, kebiasaan yang berlaku setiap order produksi diawali dengan kontrak order. Harus diteliti apakah dalam kontrak tersebut ada termuat ketentuan bahwa kain grade B dan C baru bisa dijual kepasar lokal 3 bulan setelah penyerahan hasil produksi grade A ke Buyer, bila ada maka ketentuan dalam kontrak ini harus dipatuhi, karena kesepakatan ini mengikat seperti undang-undang bagi kedua belah pihak.
Bila ketentuan diatas tidak termuat dalam kontrak maka produsen perusahaan printing bisa saja menjual grade B dan C ke pasar lokal sebelum masa 3 bulan, dengan konsekwensi akan terjadi perselisihan dengan Buyer dan akan kehilangan pelanggan.
Bila design produk kain itu sudah dipatenkan oleh Buyer maka produsen perusahaan printing tidak bisa menjualnya kecuali atas persetujuan Buyer.

2. Bila design kain merupakan milik dari produsen perusahaan printing dan sudah dipatenkan maka perusahaan akan memiliki hak paten tersebut selama dua puluh tahun, hak ini adalah ekslusif, tidak bisa diganggu-gugat oleh Buyer tersebut. Kalaupun produsen menjual kain grade B dan C sebelum habis masa 3 bulan tersebut, Buyer tidak bisa menuntut kecuali ada kesepakatan khusus untuk itu, resiko yang terjadi adalah produsen akan kehilangan Buyer yang menjadi pelanggannya tersebut.

Demikian penjelasan dari kami

Terima kasih

(Red/Indra I)

Hits: 121

Shared to Media Social

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *