Analisa Pasar Internasional ” Imbas COVID-19, Impor Tekstil dan Pakaian AS Anjlok”

Imbas COVID-19, impor tekstil dan pakaian AS periode Jan-Okt 2020 anjlok 22,15%

BULETIN TEKSTIL // Jakarta – Selama Januari – Oktober 2020 impor tekstil dan pakaian Amerika Serikat (AS) turun tajam 22,2% menjadi US$74.45 miliar dari US$95.63 pada periode yang sama tahun sebelumnya atau berkurang senilai US$21.19 miliar. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok produk pakaian sebesar 25,6% dari US$72.49 miliar ke US$53.96 miliar atau berkurang US$18.53 miliar. Sedangkan untuk kelompok produk tekstil (serat, benang, kain dan produk jadi tekstil lainnya) turun 11,5% dari US$23.15 miliar menjadi US$20.49 miliar. Impor tekstil dan pakaian AS di masa pandemik Covid-19 saat ini merupakan penurunan yang jauh lebih buruk dibandingkan pada waktu krisis keuangan global 2008-2009 yang hanya turun 13,07%.

Dari total impor AS senilai US$74.45 miliar tersebut Tiongkok dan Vietnam menjadi pemasok terbesar dengan pangsa masing-masing sebesar 27,97% dan 15,29%, diikuti oleh India, Bangladesh dan Indonesia yang memiliki pangsa sebesar 7,48%, 6,25% dan 4,42%. Pada kelompok produk pakaian dimana Tiongkok, Vietnam dan Bangladesh masih menjadi pemasok terbesar dengan merebut pangsa sebesar 23,7%, 19,8% dan 8,3%, sementara Indonesia berada di urutan ke-4 dengan pangsa 5,63%. Untuk kelompok tekstil, dari total impor AS sebesar US$20.49 miliar dimana negara asal impor AS terbesar masih dari Tiongkok dan India dengan pangsa 39,2% dan 14,6%, diikuti oleh Pakistan, Turkey dan Mexico dengan pangsa 6,1%, 5,6% dan 4,8%. Sedangkan impor dari negara ASEAN seperti Vietnam dan Kamboja masing-masing berada diurutan ke-6 dan ke-9 dengan pangsa 3,3% dan 1,9%. Sementara Indonesia terpuruk diurutan ke-14 dengan pangsa hanya 1,4%.

Impor dari Indonesia.
Pandemi Covid-19 menyebabkan impor tekstil dan pakaian jadi AS dari seluruh dunia menurun tajam dibandingkan pada waktu krisis ekonomi global tahun 2008-2009. Tidak terkecuali impor asal Indonesia yang menurun cukup tajam dan terparah dibandingkan 20 tahun terakhir. Selama Januari-Oktober 2020 Impor AS dari dunia turun 22,15% dan dari Indonesia turun 19,48%. Impor asal Indonesia turun lebih tajam dibandingkan pada krisis financial global (2008-2009) yang hanya turun 5,19%. Impor AS terbesar dari Indonesia didominasi oleh produk pakaian yakni 92,26%. Pada periode Januari-Oktober 2020 impor pakaian AS dari Indonesia turun signifikan -20,49% sedangkan untuk kelompok produk tekstil turun lebih kecil -5,17%.

(sumber: OTEXA / S. Bahri – beritadata.com)

 

Hits: 51

2 komentar pada “Analisa Pasar Internasional ” Imbas COVID-19, Impor Tekstil dan Pakaian AS Anjlok”

  • Januari 11, 2021 pada 7:43 am
    Permalink

    Terimakasih atas terbitnya bulitin textile ini, semiga terus bekesinambungan, sebagai penambahan wawasan di dunia TPT.

    Balas
  • Januari 12, 2021 pada 3:23 am
    Permalink

    Good write up on the US market.
    Thanks.
    Let’s continue.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *